Adalah Stanislav Cherchesov yang sukses membuat Mesir menjadi tim pertama yang 'angkat koper' dari Rusia. Strategi jitu pelatih 54 tahun itu membuat Mesir tidak bisa berbuat banyak di pertandingan keduanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Cheryshev dan Dzyuba sama-sama membuktikan kepercayaan yang diberikan Cherchesov. Keduanya menyumbang gol untuk Rusia dalam laga melawan Mesir. Cheryshev mencetak gol kedua pada menit ke-59, sedangkan Dzyuba mencetak gol pamungkas pada menit ke-62.
Denis Cheryshev kini menjadi salah satu tumpuan timnas Rusia di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Dylan Martinez) |
Cheryshev dan Dzyuba kian melengkapi strategi Cherchesov yang menginginkan anak asuhnya bermain cepat dan memberikan pressing ketat kepada Mesir.
Dengan gaya bermain seperti itu The Pharaohs sedikit kewalahan. Tidak banyak ruang gerak yang dimiliki tim asuhan Hector Cuper itu, terutama di babak pertama.
Minim mendapat dukungan, Mohamed Salah tidak banyak berperan dalam laga melawan Rusia. (REUTERS/Lee Smith) |
Lini belakang Rusia sukses meminimalkan ruang gerak Salah. Bukan hanya satu atau dua pemain yang membayangi Salah dalam laga kali ini, tetapi empat pemain lawan selalu mennghampiri pemain 26 tahun itu ketika mendekati kotak penalti Rusia.
Bintang Liverpool itu tidak banyak menciptakan peluang emas. Meski beberapa kali mendapat kesempatan melepaskan tembakan, tetapi tidak terlalu membahayakan gawang Igor Akinfeev.
'Matinya' Salah juga karena buntunya kreativitas serangan Mesir. Tidak banyak aliran bola mengarah kepada mantan pemain FC Basel tersebut.
Kini, baik Salah dan Mesir harus mengubur impian mereka melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia 2018. Runner up Piala Afrika 2017 itu kini hanya tinggal melakoni laga 'hiburan' melawan Arab Saudi pada Senin (25/6).
(nva)
Denis Cheryshev kini menjadi salah satu tumpuan timnas Rusia di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Dylan Martinez)
Minim mendapat dukungan, Mohamed Salah tidak banyak berperan dalam laga melawan Rusia. (REUTERS/Lee Smith)