Spanyol Akui Iran Sebagai Tim yang Kuat dan Sulit Dibobol

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Kamis, 21/06/2018 09:34 WIB
Spanyol Akui Iran Sebagai Tim yang Kuat dan Sulit Dibobol Pertahanan ketat Iran menjadi benteng yang nyaris REUTERS/John Sibley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Spanyol mampu mendominasi pertandingan dan mengurung pertahanan Iran, namun hanya satu gol yang bisa mereka ciptakan ke gawang Ali Beiranvand dalam laga penyisihan grup Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Stadion Kazan Arena, Kamis (21/6) dini hari WIB.

Setelah bermain imbang dengan Portugal di laga perdana, Spanyol membutuhkan poin untuk menjaga kans melaju ke babak selanjutnya. David Silva dan kawan-kawan pun langsung menjalankan strategi menyerang.
Berkali-kali melancarkan serangan, juara Piala Dunia 2010 itu baru berhasil mengubah skor di menit ke-54 melalui gol yang Diego Costa yang cukup lekat dengan keberuntungan.
Spanyol harus bekerja keras untuk mengalahkan Iran dalam laga kedua di Grup B.Spanyol harus bekerja keras untuk mengalahkan Iran dalam laga kedua di Grup B. (REUTERS/John Sibley)
Statistik akhir pertandingan menunjukkan Spanyol melakukan 17 kali tembakan dan hanya tiga yang mengarah ke gawang. Sementara enam melenceng dan delapan diblok pemain Iran. Selain itu, La Furia Roja juga membukukan 68 persen penguasaan bola.

"Apa yang bisa saya katakan adalah kami memiliki tiga poin. Kami tahu itu akan sangat sulit dan tentu saja itu adalah pertandingan yang sangat kompleks. Ada waktu di mana laga berjalan sulit. Selama istirahat, kami tahu kami punya rencana dan saya pikir kami melakukan apa yang harus kami lakukan," ucap pelatih Spanyol Fernando Hierro dikutip dari situs resmi FIFA.
Spanyol Akui Iran Sebagai Tim yang Kuat dan Sulit Dibobol
"Iran adalah tim yang kuat dan sangat sulit untuk mencetak gol melawan mereka. Kami tahu betapa sulitnya itu. Tetapi sekali lagi, pemain saya telah memberikan segalanya. Sebagai kelompok yang berisi 23 orang mereka sangat berkomitmen," tambah Hierro.
Pelatih yang menggantikan Julen Lopetegui menjelang Piala Dunia 2018 bergulir itu mengakui anak asuhnya belum sampai pada penampilan maksimal dan berharap akan menunjukkan performa lebih baik dalam laga-laga selanjutnya.

Spanyol masih menyisakan satu laga sisa menghadapi Maroko yang sudah dipastikan tersisih lantaran menelan dua kekalahan. Pertandingan antara Spanyol dan Maroko akan berlangsung 25 Juni di Stadion Kaliningrad berbarengan dengan waktu sepak mula laga antara Iran dan Portugal.


(arh)