Analisis

Manuver Sederhana Nigeria Pesan Serius Bagi Argentina

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Sabtu, 23/06/2018 06:39 WIB
Manuver Sederhana Nigeria Pesan Serius Bagi Argentina Timnas Nigeria menaklukkan Islandia 2-0 dengan manuver-manuver sederhana. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Argentina bakal melakoni duel penentuan menghadapi Nigeria di laga terakhir Grup D Piala Dunia 2018, Kamis (27/6) dini hari WIB.

Kemenangan Nigeria atas Islandia dengan skor 2-0 tentu menjadi pesan serius bagi Tim Tango yang harus mengalahkan lawannya itu untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Seperti diketahui, Lionel Messi dan kawan-kawan harus menang atas The Super Eagles dengan selisih gol yang bagus jika pada laga yang sama, Islandia mengalahkan Kroasia. Namun, tim arahan Gernot Rohr mampu memperlihatkan, Nigeria bukan lawan sepele.


John Obi Mikel dan kawan-kawan mampu menaklukkan pertahanan Islandia yang konon sangat kokoh hanya dengan 'tikaman' sederhana. Tak perlu berbelit-belit bagi The Super Eagles menampilkan permainan meladeni Strakanir Okkar.

Manuver Sederhana Nigeria Pesan Serius Bagi Argentina
Rohr tampaknya paham betul Islandia bakal tampil dengan gaya permainan yang cukup sederhana, namun efektif. Salah satu yang menjadi senjata utama tim negara rumpun Skandinavia itu adalah serangan baliknya yang cukup mematikan.

Skema 4-4-2 yang diterapkan Islandia pada laga tersebut pun sedikit memperlihatkan kecenderungan tersebut. Islandia berusaha menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang dengan formasi tersebut. Sisi-sisi sayap tim arahan Heimir Hallgrimsson dijadikan tumpuan untuk melancarkan serangan balik.

Gaya permainan simpel juga diterapkan Nigeria dengan menerapkan pola 3-5-2. Dengan skema itu, mereka menumpuk lebih banyak pemain di lini tengah untuk meredam serangan Islandia ke pertahanan mereka.

Dua bek sayap yakni Brian Idewo dan Victor Moses amat diandalkan untuk aktif menyokong serangan sekaligus membantu tiga bek Nigeria dalam bertahan mengantisipasi serangan balik cepat Islandia.

Para pemain timnas Nigeria merayakan kemenangan mereka atas Islandia. (Para pemain timnas Nigeria merayakan kemenangan mereka atas Islandia. (REUTERS/Jorge Silva)
Nigeria juga terlihat tak mau terlalu ngotot meladeni bermain menekan pada babak pertama meski unggul penguasaan bola. Terlihat dari babak pertama, tak ada satu pun tembakan-tembakan yang mereka lepaskan ke gawang Islandia.

Padahal, Nigeria lebih unggul dalam penguasaan bola 59 berbanding 41 persen atas Islandia. Operan-operan The Super Eagles lebih banyak berkutat di pertahanan sendiri dan hanya sesekali melancarkan serangan.

Moses dan kawan-kawan lebih ingin fokus mengkonsolidasikan kemampuan bertahan. Mereka memang terkesan tak bisa mengembangkan permainan menyerang karena terus ditekan Islandia.

Ya, permainan sederhana dan sabar yang coba diterapkan Nigeria sembari menunggu momen yang benar-benar tepat untuk melancarkan serangan balik.

Seperti Elang yang tengah mengintai mangsanya, Nigeria menunggu waktu yang sangat tepat untuk melakukan manuver dengan sekali serangan efektif. Permainan itu yang tampak jelas di babak kedua.

Nigeria tak mau terlalu memaksakan penguasaan bola jika tak membantu melahirkan banyak peluang. (Nigeria tak mau terlalu memaksakan penguasaan bola jika tak membantu melahirkan banyak peluang. (REUTERS/Jorge Silva)
Di babak kedua, Nigeria mulai memberikan serangan-serangan yang lebih bermakna.

Nigeria mulai melepaskan tendangan-tendangan ke gawang Islandia. Salah satunya melalui upaya Victor Moses pada menit ke-66, tetapi masih melambung di atas gawang Islandia.

Hingga menit ke-70 Nigeria sudah melepaskan empat tembakan dengan tiga di antaranya menyasar target, sementara Islandia hanya tiga tembakan tanpa mengenai sasaran.

Victor Moses memiliki peran sentral dalam menjaga alur serangan dan pertahanan Nigeria. (Victor Moses memiliki peran sentral dalam menjaga alur serangan dan pertahanan Nigeria. (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino)
Peran Moses dan Idowu yang aktif di kedua sisi sayap Nigeria ini cukup penting dalam keberhasilan Nigeria menjalankan strategi. Salah satu fungsi utamanya adalah inisiatif serangan balik cepat.

Gol pertama Nigeria pada menit ke-54 merupakan bukti betapa efektifnya mereka melancarkan serangan balik memanfaatkan kelengahan Islandia yang terlalu asyik menyerang.

Bek Nigeria Kenneth Emerou yang berhasil meredam serangan Islandia dari lini tengah, langsung mengirim umpan kepada Moses di sisi kanan. Bek sayap asal Chelsea itu pun langsung 'tancap gas' melesat ke pertahanan Islandia dari sisi kanan.

Moses tak ungin memaksakan menusuk ke dalam kotak penalti. Ia tahu hanya perlu memberikan umpan kepada Ahmed Musa yang berdiri bebas di dalam kotak penalti tanpa pengawalan ketat dari bek Islandia.

Striker CSKA Moskow itu pun hanya butuh satu atau dua kali kontrol bola sebelum melepaskan tendangan. Kiper Islandia, Hannes Thor Halldorsson, tak mampu mencegah bola meluncur ke dalam gawangnya.

Gol kedua Nigeria yang kembali dicetak Musa pada menit ke-75 juga berawal dari serangan balik cepat. Lagi-lagi sang pemain bertahan The Super Eagles, Omeruo, yang memberikan umpan jauh dari tengah tepat mengarah ke Musa di sisi kanan pertahanan Islandia.

Dengan kemampuan olah bola yang ciamik, Musa merangsek ke dalam kotak penalti mengelabui dua pemain bek Islandia, kemudian melepas tembakan keras yang lagi-lagi menghujam gawang The Viking.

Secara statistik, Nigeria memang tetap mendominasi permainan. Total operan Super Eagles juga masih lebih banyak dibandingkan lawannya tersebut.

Meski demikian, persentas perbandingan penguasan bola maupun total operantidak Nigeria dan Islandia tak terlalu mencolok. Super Eagles memiliki persentase penguasaan bola 58 berbanding 42 persen. Begitu pula dengan total operan yakni 473 kali berbanding 291 persen.

Dari data tersebut jelas bahwa Nigeria memang tak mau ngotot memainkan penguasaan bola karena terpenting mendapapatkan momen tepat untuk 'menikam' lawannya.

Berbeda dengan Argentina melawan Islandia yang berakhir imbang 1-1. Perbandinghan total operan Tim Tango amat mencolok yakni 718 kali berbanding 189 kali.

Argentina ditahan imbang 1-1 oleh Islandia. (Argentina ditahan imbang 1-1 oleh Islandia. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Jika melihat statistik peluang pun, perbedaan kedua tim juga tidak terlalu mencolok. Sebut saja total 16 kali percobaan yang dilakukan para pemain Nigeria, berbanding 10 kali percobaan dari pemain Islandia.

Dari 16 kali percobaan tersebut, empat di antaranya tepat sasaran dengan rincian dua berbuah gol dan dua kali ditepis kiper. Nigeria tercatat enam kali melepaskan tembakan melenceng dan enam kali diblok bek Islandia. The Super Eagles juga mencatatkan satu kali tendangan membentur gawang, yakni yang dilepaskan Musa pada menit ke-74.

Sementara dari total 10 kali percobaan, hanya tiga kali tepat sasaran dan ditepis kiper. Sedangkan enam kali melenceng, satu kali diblok pemain Nigeria. Dari data tersebut, terlihat Nigeria hanya sedikit lebih efektif dibandingkan lawannya itu.

Permainan sederhana Nigeria ini pun seharusnya menjadi alarm bagi Argentina untuk tetap waspada. Tim asal Afrika itu menunjukkan tak perlu permainan yang terlalu rumit untuk memenangkan pertandingan. (nva)