Sejak awal Argentina terlihat suram di Piala Dunia 2018. Ketidakcakapan Sampaoli dalam melatih Tim Tango dianggap sebagai alasan utama kenapa finalis Piala Dunia 2014 itu tampil buruk di babak grup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lionel Messi dimainkan sebagai penyerang tengah saat melawan Prancis. (REUTERS/Dylan Martinez) |
Sampaoli mungkin berharap Messi bisa menarik keluar lini pertahanan Prancis dan memberi ruang untuk pemain seperti Enzo Perez, Cristian Pavon, dan Angel Di Maria masuk dari lini ke dua lewat umpan-umpan terobosan.
Kecepatan lini depan Prancis membuat Argentina kerepotan. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins) |
Setelah gol penalti Antoine Griezmann pada menit ke-13, Argentina terlihat bermain tanpa arah. Meski menguasai bola lebih banyak, tapi tim pengoleksi trofi Piala Dunia dua kali itu tidak pernah benar-benar menciptakan peluang.
Blunder Prancis
Argentina sedikit mendapat angin ketika Prancis melakukan dua kesalahan yang berujung pada gol Di Maria menit ke-41 dan Gabriel Mercado menit ke-48. Prancis seperti kehilangan fokus di dua gol tersebut.
Lini tengah Prancis luput mengawal Di Maria yang berdiri bebas di depan kotak penalti dan melepaskan tendangan jarak jauh. Sementara gol Mercado berawal dari kesalahan Paul Pogba yang gagal membuang bola dengan sempurna saat menghadapi tendangan bebas Banega.
Jorge Sampaoli labil dalam mengambil keputusan di timnas Argentina. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins) |
Dua gol Prancis yang dicetak Benjamin Pavard (57') dan Mbappe (64') yang membuat Les Bleus kembali unggul 3-2 berawal dari umpan silang Lucas Hernandez dari sisi kiri. Di dua gol itu Di Maria terlihat gagal melakukan tracking back terhadap Hernandez.
Usaha memasukkan Sergio Aguero menit ke-66 juga terbilang percuma karena Prancis sudah menemukan kembali ritme permainan dan kepercayaan diri. Mbappe kemudian mencetak gol keduanya dua menit setelah Aguero masuk lapangan untuk membawa Prancis unggul 4-2.
Meski Aguero mencetak gol telat di pengujung babak kedua untuk membuat kedudukan menjadi 3-4, semuanya sudah terlambat bagi Argentina. Tim favorit juara Piala Dunia 2018 itu pun harus angkat koper dari Rusia.
[Gambas:Video CNN]
Kesalahan pantas ditujukan kepada Sampaoli. Mantan pelatih timnas Chile itu labil dalam mengambil keputusan sepanjang Piala Dunia 2018. Sampaoli menggunakan empat formasi dan susunan pemain berbeda di empat pertandingan Piala Dunia kali ini.
Sejak awal Argentina memang tidak tampil menyakinkan. Mereka bermain tanpa arah meski dihuni banyak pemain terbaik di dunia saat ini. Bahkan seorang Paulo Dybala yang dianggap sebagai penyerang terbaik saat ini hanya mendapat kesempatan 22 menit bermain di Piala Dunia 2018.
Lionel Messi tidak berkutik menjadi penyerang tengah saat melawan Prancis. (REUTERS/Michael Dalder) |
Padahal Armani, Meza, Perez, dan Pavon adalah empat pemain yang paling minim caps di posisi mereka masing-masing. Artinya Sampaoli lebih memberi kepercayaan kepada pemain yang minim pengalaman di Piala Dunia kali ini.
Argentina kini sudah tersingkir dan tidak ada yang perlu disesali. Pasalnya, Argentina memang tidak pantas melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2018. (nva)
Lionel Messi dimainkan sebagai penyerang tengah saat melawan Prancis. (REUTERS/Dylan Martinez)
Kecepatan lini depan Prancis membuat Argentina kerepotan. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jorge Sampaoli labil dalam mengambil keputusan di timnas Argentina. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Lionel Messi tidak berkutik menjadi penyerang tengah saat melawan Prancis. (REUTERS/Michael Dalder)