Analisis

Prancis Bermain Buruk Tetap ke Semifinal

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Sabtu, 07/07/2018 05:28 WIB
Prancis Bermain Buruk Tetap ke Semifinal Prancis main buruk, tapi masih bisa ke semifinal Piala Dunia 2018. (REUTERS/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prancis berhasil melewati ujian yang cukup sulit di babak perempat final Piala Dunia 2018. Skuat besutan Didier Deschamps menaklukkan Uruguay dengan skor 2-0 di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (7/7) dan melenggang ke semifinal.

Istimewanya hanya Les Bleus yang mampu membobol gawang Uruguay lebih dari satu gol. Namun, penampilan Prancis saat itu bisa dibilang lebih buruk dibandingkan laga-laga sebelumnya.

Uruguay pun cenderung bermain tak mau ambil risiko. Di babak pertama, Uruguay memang kerap menahan tempo permainan dengan menitikberatkan pada pertahanan. Sesekali mereka melancarkan serangan balik, namun juga tak ingin terlalu intensif.


Cara ini dilakukan karena La Celeste kehilangan tukang gedor dengan insting gol tinggi, Edinson Cavani, akibat cedera. Cavani mengalami cedera betis usai membela timnya mengalahkan Portugal 2-1.

Prancis Bermain Buruk Tetap ke Semifinal
Cavani menjadi pencetak dua gol kemenangan Uruguay atas skuat A Selecao Das Quinas pada laga tersebut. Sang arsitek tim, Oscar Tabarez, pun tampaknya sadar betul mereka kekurangan daya dobrak tanpa kehadiran striker Paris Saint Germain tersebut.

Pilihannya adalah dengan bermain bertahan dan tidak akan meladeni Prancis dengan tempo permainan cepat.

Les Bleus juga merespons permainan Uruguay tersebut dengan permainan yang lambat. Prancis pun tampaknya ogah mengambil risiko dengan tidak terpancing terlalu ke dalam pertahanan La Celeste.
Timnas Uruguay bermain banyak menahan tempo permainan menghadapi Uruguay. (Timnas Uruguay bermain banyak menahan tempo permainan menghadapi Prancis. (REUTERS/Carlos Barria)
Alhasil, permainan cukup monoton yang diperagakan kedua tim sejak babak pertama. Terbukti dari gol pembuka keunggulan Les Bleus, bukan berawal dari skema permainan mereka.

Prancis berhasil membobol gawang La Celeste melalui servis bola mati yakni tendangan bebas yang berhasil disundul Raphael Varane pada menit ke-40.

Menariknya, dua dari tiga kali kebobolan Uruguay di Piala Dunia 2018 tercipta dari servis bola mati.

Uruguay kali pertama kebobolan dari Portugal berawal dari sepak pojok pada menit ke-55. Joao Mario yang mengoper bola ke Raphael Guerreiro dan langsung melepaskan umpan lambung ke depan gawang La Celeste. Pepe langsung menanduk bola umpan tersebut yang bersarang ke gawang Fernando Muslera.

Kylian Mbappe pura-pura cedera. (Penyerang Prancis Kylian Mbappe pura-pura cedera. (REUTERS/Damir Sagolj)
Berikutnya pada laga menghadapi Prancis, skuat arahan Oscar Tabarez juga kebobolan melalui servis bola mati, tepatnya dari umpan tendangan bebas Antoine Griezmann. Bek Les Bleus, Raphael Varane, berhasil menyambar bola dengan tandukannya dan bersarang ke gawang Muslera.

Uniknya lagi, dua gol dari servis bola mati tersebut dicetak oleh bek tim lawan yaitu Pepe dan Varane.

Prancis yang sudah unggul 1-0 pada sisa lima menit babak pertama, juga lebih banyak menunggu serangan Uruguay. Permainan menjadi semakin kurang menarik karena serangan-serangan agresif jarang terlihat.

Uruguay lebih banyak menciptakan shot on target ke gawang Prancis yaitu empat kali, sedangkan Les Bleus hanya dua kali.

La Celeste yang mencoba bermain menyerang pun terlihat kurang greget karena ketidakhadiran Cavani di lini depan. Praktis, Luis Suarez seperti bekerja sendiri di depan tanpa banyak mendapat sokongan suplai umpan-umpan dari gelandang Uruguay.

Suarez bahkan tak bisa menyentuh bola satu kali pun di kotak penalti Prancis. Itu merupakan catatan terburuk bagi penyerang Barcelona tersebut sepanjang membela timnas Uruguay.

Luis Suarez kehilangan sentuhan tanpa kehadiran Edinson Cavani di laga lawan Prancis. (Luis Suarez kehilangan sentuhan tanpa kehadiran Edinson Cavani di laga lawan Prancis. (REUTERS/Carlos Barria)
Prancis menciptakan gol kedua ke gawang Uruguay pada menit ke-61 juga bukan berasal dari skema permainan terbuka. Gol tersebut tercipta melalui tendangan spekulasi Griezmann dari luar kotak penalti.

Muslera sempat menepis tendangan, namun bola tepisan dua tangannya melejit dan malah masuk kegawangnya. Muslera seperti salah posisi telanjur bergerak terlalu kekiri, sedangkan bola sedikit berubah arah.

Prancis memang semakin merapatkan pertahanan, terlebih dengan masuknya gelandang bertahan Steven Nzonzi menggantikan Corentin Tolisso pada menit ke-80.

Praktis, Les Bleus menumpuk tiga gelandang bertahan di lini tengah yakni Nzonzi, Paul Pogba, dan N'Golo Kante.

Pertandingan pun sudah bisa ditebak di sisa lima menit pertandingan. Tak ada kejutan lagi dari Uruguay untuk mencetak gol dan laga selesai dengan skor 2-0 untuk kemenangan Prancis melalui permainan yang kurang menarik. (sry)