Kante, sebagaimana permainannya di lapangan yang cenderung tenang dan tanpa banyak basa-basi dalam menghentikan lawan, memang bisa dikatakan pribadi yang sederhana dan cenderung pendiam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di atas lapangan, ketenangan Kante membuatnya jadi salah satu pemain terbaik di Liga Primer Inggris dalam dua tahun terakhir.
Setelah Eric Cantona, Kante juga jadi pemain yang berhasil mendapat dua gelar Liga Inggris secara beruntun di dua klub berbeda.
Dengan tinggi 169 sentimeter dan berat 68 kilogram, Kante sesungguhnya tak terlihat sebagai sosok yang mampu mengarungi kerasnya duel-duel fisik di Liga Inggris.
Apalagi ia berposisi sebagai gelandang bertahan yang memang bertugas untuk terus menerus merebut bola dari kaki lawan.
Namun Kante terus berlari dan berlari dan nyaris tak pernah dijatuhkan. Ia memenangi duel dan memastikan penguasaan bola tak ada di kaki lawan.
N'Golo Kante ketika menghentikan pergerakan Lionel Messi di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Pilar Olivares) |
Seperti dituturkan Tomasz Bzymek, salah satu pelatih Kante semasa remaja, Kante selalu mampu menyerap ilmu-ilmu baru hanya dalam waktu dua atau tiga minggu. Sementara ada pemain-pemain lain yang membutuhkan waktu beberapa bulan atau bahkan satu tahun lebih untuk melakukannya.
Ini yang membuat Kante seolah jadi pembunuh senyap di tengah lapangan. Ia tak banyak bicara, tak sering berekspresi, tapi mampu tim yang dibelanya sangat sukar dikalahkan.
Dengan tinggi 169 sentimeter, Kante sempat diprediksi tak cukup kuat untuk berduel di lini tengah. (REUTERS/Carlos Barria) |
Sama seperti Kante, Didier Deschamps juga bertinggi badan 169 sentimeter. Sang pelatih juga berposisi yang sama ketika mengantarkan Prancis menjadi juara 1998, yaitu seorang gelandang bertahan.
Pekerjaan seorang gelandang bertahan ini jauh dari gemerlap. Tugasnya lebih pada peran-peran kotor, menyapu bola dari kaki lawan atau mengejar bola-bola yang tak jatuh pada penguasaan siapapun, lalu memberikannya pada pemain terdekat.
Namun keberadaan Kante dan Deschamps inilah yang mampu membuat para pemain kreatif bisa bersinar. Di Piala Dunia 1998, Deschamps melindungi lini tengah Prancis sehingga Zinedine Zidane bisa bergerak bebas mengobrak-abrik lini pertahanan Brasil di final.
Ketika masih bermain, Didier Deschamps adalah seorang gelandang bertahan. (AFP PHOTO / PHILIPPE DESMAZES) |
Barulah ketika Deschamps datang sebagai pelatih ia kembali memperkuat lini tengah Prancis dengan seorang gelandang mumpuni. Nama-nama seperti Blaise Matuidi, Moussa Sisoko, dan tentu saja Kante kemudian menopang Prancis untuk melaju ke final Piala Eropa 2016 dan kini final Piala Dunia 2018.
Kante sendiri menjadi pemain ideal dalam sistem 4-2-3-1 yang lebih cenderung bertahan yang diterapkan Deschamps. Ia memberikan perlindungan agar pemain serang Les Bleus bebas bergerak.
Misalnya saja dalam laga melawan Australia, Peru, atau Argentina. Kante sering kali bergerak ke area kanan untuk menutupi ruang yang ditinggalkan Kylian Mbappe yang merangsek ke depan. Di sana Kante akan melakukan tekel-tekel, merebut bola, sehingga bek kanan Benjamin Pavard terlindungi.
Tak heran jika Kante saat ini tercatat sebagai pemain dengan total ball recoveries tertinggi di Piala Dunia 2018, dengan total 48 kali.
N'Golo Kante akan kembali diandalkan Prancis di final Piala Dunia 2018. (REUTERS/Jason Cairnduff) |
Misalnya saja dalam laga melawan Belgia. Kante dengan total 44 umpan jadi pemain Les Bleus dengan jumlah umpan tertinggi. Rataan umpannya pun mencapai 90,9 persen, tertinggi di antara pemain lain.
Menghadapi Kroasia di final nanti, tugas Kante selanjutnya telah menanti yaitu menghentikan lini tengah Kroasia yang memang piawai memegang bola.
Di sana terdapat Ivan Rakitic dan Luka Modric, yang siap untuk memberikan umpan-umpan terobosan pada Mario Mandzukic atau Ivan Perisic di sayap. Keberhasilan Kante mematikan pergerakan mereka akan berarti besar Deschamps. Bahkan sangat mungkin berujung pada gelar Piala Dunia kedua untuk Prancis. (nva)

N'Golo Kante ketika menghentikan pergerakan Lionel Messi di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Pilar Olivares)
Dengan tinggi 169 sentimeter, Kante sempat diprediksi tak cukup kuat untuk berduel di lini tengah. (REUTERS/Carlos Barria)
Ketika masih bermain, Didier Deschamps adalah seorang gelandang bertahan. (AFP PHOTO / PHILIPPE DESMAZES)
N'Golo Kante akan kembali diandalkan Prancis di final Piala Dunia 2018. (REUTERS/Jason Cairnduff)