Keberhasilan Zohri menjadi juara dunia junior di nomor lari 100 meter mendapat sambutan meriah di Indonesia. Lebih dari itu kesuksesan Zohri kemudian memunculkan beragam isu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu Muhammad Zohri mendapat sambutan sepulang dari Finlandia. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Dikasih [kakak] Rp200 ribu. Sisanya, saya nabung, dapat banyak dari uang jajan sekolah," ungkap atlet yang sempat bergabung ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Nusa Tenggara Barat dan DKI Jakarta mengenai masa lalunya.
"Habis sujud syukur saya langsung mau lompat ke atas [tribune] tapi ditarik ofisial karena mungkin mau diwawancarai. Tapi saya takut diwawancarai kan saya tidak tahu bahasa Inggris. Pelatih saya terlambat [memberikan bendera]," katanya.
Lalu Muhammad Zohri membentangkan bendera setelah pengalungan medali. (Dok. KBRI Helsinki) |
"Kikin sebenarnya sudah pegang bendera, dia panggil Lalu tapi Lalu tidak dengar karena stadion sudah ramai. Untuk turun [dari tribune] dia harus berputar lagi karena ada ruangan room cold," ucap Tigor menjelaskan.
Sebelumnya di konferensi pers Zohri juga menjelaskan soal renovasi rumahnya di Lombok, namun dia tidak menjelaskan secara detail karena teringat mendiang kedua orang tuanya.
Lihat juga:Jokowi: Orang Besarnya Itu Zohri |
"Kalau yang masalah rumah sebenarnya saya juga masih mengenang bagaimana dulu saat saya tinggal di sana. Saya cuma bisa mengenang kalau Ibu Bapak saya masih hidup," kata Zohri yang tak kuat menahan tangisnya. (nva/bac)
Lalu Muhammad Zohri mendapat sambutan sepulang dari Finlandia. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Lalu Muhammad Zohri membentangkan bendera setelah pengalungan medali. (Dok. KBRI Helsinki)