Lalu Muhammad Zohri Ditawari Jadi Anggota TNI

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 18:16 WIB
Lalu Muhammad Zohri Ditawari Jadi Anggota TNI Lalu Muhammad Zohri serius ditawari menjadi anggota TNI. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- TNI Angkatan Darat membenarkan pihaknya tertarik merekrut sprinter Lalu Muhammad Zohri ke satuan mereka. Atlet berprestasi seperti Zohri disebut punya prioritas untuk diterima sebagai prajurit.

"Biasanya mereka diprioritaskan sejauh memenuhi syarat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Denny Tuejeh di Gedung Kartika Media Center, Jakarta Pusat, Rabu (18/7).

Denny menjelaskan pihaknya selalu membutuhkan sumber daya manusia berkualitas macam Zohri. Itu sebabnya menurut Denny, Kodim memiliki target untuk merekrut mereka yang punya prestasi khusus seperti itu.


"Modernisasi alutsista itu harus didukung sumber daya manusia yg berkualitas sehingga kita pun mulai mencari di jalur-jalur itu," ucapnya.

Lalu Muhammad Zohri Serius Ditawari Masuk TNIPara personel TNI ikut merenovasi rumah orang tua Lalu Muhammad Zohri di Lombok, NTB. (Dok. Puspen TNI)
Zohri sendiri sudah kembali di Indonesia sejak Selasa (17/7) malam usai bertanding di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia. Pemuda 18 tahun asal Lombok itu pulang dengan membawa medali emas untuk nomor 100 meter. Ia mencatatkan waktu tercepat 10,18 detik untuk meraih medali emas.

Denny menyebut biasanya pihaknya akan datang untuk menawarkan secara resmi bergabung kepada orang-orang berprestasi seperti Zohri. Jika dia bersedia, TNI AD siap menampungnya.

"Semuanya bergantung pada yang bersangkutan. Kalau masuk ya kita berterima kasih sekali," imbuh Denny.

Kendati demikian, Denny mengingatkan tawaran itu tak berarti Zohri bisa bergabung tanpa tes. Kondisi mental, jasmani, dan kesehatan tetap menjadi pedoman sebelum bergabung. Tawaran TNI AD ini menempatkan Zohri sebagai prioritas.

Selain tawaran bergabung dengan TNI AD, Denny juga membenarkan bahwa satuan di wilayah tempat tinggal Zohri memberi bantuan berupa renovasi rumah. Sebagai bentuk apresiasi, ia berpendapat itu sebagai hal yang wajar.

"Saya kira tidak hanya TNI AD yang memberikan apresiasi. Bahkan presiden dan beberapa kalangan memberi apresiasi serupa," pungkasnya. (bac/jun)