Project Director JIV, Iwan Takwin, mengatakan pembangunan JIV memakan waktu dua tahun mulai dari persiapan, konstruksi, sampai selesai. Proyek arena balap sepeda berkapasitas hingga 5.000 penonton tersebut dimulai pada 2015.
Bila VNM dibuat untuk SEA Games Kuala Lumpur 2017, JIV dibuat untuk Asian Games 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Velodrome Indonesia punya kapasitas 3.500 penonton. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, arena JIV dan sekitarnya tampak sudah siap untuk menyelenggarakan Asian Games pada Agustus mendatang. Kendati begitu, pihak JIV menyoroti lahan parkir yang terletak di ruang terbuka.
Pembangunan velodrome menghabiskan biaya lebih dari Rp650 miliar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Sebetulnya [area parkir] sudah mencukupi untuk 275 mobil, 100 motor, dan 10 bus. Akan tetapi, kami perlu antisipasi kalau kegiatan rutin [olahraga/non-olahraga] sudah berjalan di sini. Apalagi sekarang animo masyarakat untuk bersepeda sudah meningkat," ucap Iwan.
"Kami mengharapkan tiap pekan ada kegiatan di sini [JIV]. Kami juga ada fasilitas komersial di lantai dasar seperti kafe atau tempat jual merchandise," ujarnya sambil menyebut biaya pembangunan yang mencapai Rp650 miliar.
Biaya Perawatan Ratusan Juta
Bermacam kegiatan olahraga ataupun non-olahraga di JIV sangat diperlukan untuk membantu biaya perawatan yang mencapai ratusan juta rupiah.
Iwan menyampaikan tingginya biaya perawatan terutama berasal dari lintasan balap sepeda yang materialnya menggunakan kayu Siberia. Hal ini menyebabkan kelembaban kayu tersebut harus dijaga dengan ketat di Indonesia yang memiliki iklim tropis.
Biaya pengeluaran listrik mencapai Rp400 juta per bulan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Senada dengan Iwan, Arlan Lukman selaku direktur venue dan lingkungan INASGOC membenarkan mahalnya biaya perawatan Velodrome. Kendati begitu, ia merasa bangga dengan aset olahraga Indonesia tersebut.
"Mesin pendingin ruangan harus nyala di velodorme setiap hari agar kelembaban lintasannya terjaga. Dan biaya listriknya itu bisa mencapai 400 juta rupiah per bulan," tutur Arlan.
"Namun, velodrome ini [JIV] itu setara dengan di London. Memang bangsa kita untuk hal bangun fasilitas tidak kalah dengan negara lain, tinggal perawatannya saja untuk masa mendatang," tuturnya kembali. (jun/bac)
Velodrome Indonesia punya kapasitas 3.500 penonton. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pembangunan velodrome menghabiskan biaya lebih dari Rp650 miliar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Biaya pengeluaran listrik mencapai Rp400 juta per bulan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)