Carolina tampil di Olimpiade usai meraih dua perunggu pada Asian Games 1970. Pada pesta olahraga multicabang terbesar di Asia yang digelar di Bangkok, Thailand, Carolina turun di nomor 100 meter dan 200 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di nomor 200 meter, Nina harus kembali puas dengan medali perunggu. Dengan catatan waktu 25,4 detik, sosok kelahiran 1949 itu kalah dari Yamada yang mengukir waktu 25 detik. Sementara perak direbut wakil Filipina Amelita Alane yang lebih cepat 0,2 detik daripada Nina.
Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi lokasi pertandingan atletik Asian Games 2018.(CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Nina kembali bersaing di Olimpiade Montreal 1976, tetapi kali ini harus gagal di babak pertama pada dua nomor andalannya.
Prestasi lain yang ditorehkan untuk Indonesia adalah medali perak pada kejuaraan Asia 1975, dan SEA Games 1972.
Atlet yang pernah mendapat undangan berlatih dari Federasi Atletik Jerman Barat itu tercatat pernah menjadi pemegang rekor nasional lari di nomor 100 meter, 200 meter, 400 meter, dan 4x100 meter.
Namun apapun hasilnya, tampilnya Carolina di Olimpiade mewakili Indonesia adalah prestasi luar biasa yang menjadi salah satu catatan sejarah dunia atletik Indonesia. (nva/bac)
Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi lokasi pertandingan atletik Asian Games 2018.(CNN Indonesia/Hesti Rika)