Kalah di Kejuaraan Dunia, Greysia/Apriyani Minta Maaf

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Sabtu, 04/08/2018 15:09 WIB
Kalah di Kejuaraan Dunia, Greysia/Apriyani Minta Maaf Greysia/Apriyani kalah dua gim langsung dari pasangan Jepang di semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia setelah kalah di semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 di Nanjing, China, Sabtu (4/8).

Di babak semifinal Greysia/Apriyani kalah dua gim langsung 12-21, 21-23 dari pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Atas hasil itu Greysia/Apriyani harus puas membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018.

Selama pertandingan, serangan-serangan Matsumoto/Nagaraha selalu membuat pertahanan Gresysia/Apriyani kesulitan. Kondisi itu membuat Greysia/Apriyani yang menempati peringkat keenam dunia itu sulit untuk keluar dari tekanan dan mengembangkan permainannya.


"Kami minta maaf karena kami main tidak seperti ekspektasi masyarakat Indonesia, pengurus PBSI, pelatih, bahkan ekspektasi diri kami sendiri. Kami coba untuk introspeksi kekurangan kami, jadi juara memang harus melewati banyak tahap," ucap Greysia dalam rilis resmi yang diterima CNNIndonesia.com.

Di mata Greysia, Matsumoto/Nagahara tampil imopresif dalam pertandingan tersebut. Greysia juga mengakui permainannya dengan Apriyani kurang tenang, terutama saat menghadapi serangan pasangan Jepang itu.
Matsumoto/Nagahara dianggap lebih siap saat melawan Greysia/Apriyani.Matsumoto/Nagahara dianggap lebih siap saat melawan Greysia/Apriyani. (AFP PHOTO / Johannes EISELE)
"Kami selalu keduluan serangan lawan, saat sudah berhasil balik menekan, mereka tetap siap. Pada gim kedua, mereka terlihat agak goyang, tapi mereka bisa balik siap lagi. Hari ini memang kami kurang tenang dalam mengembalikan bola," Greysia menuturkan.

Sementara menurut Apriyani, Matsutomo/Nagahara bermain cepat dengan pukulan yang kencang. Pola main yang ditampilkan pasangan peringkat sembilan dunia ini juga sedikit berbeda dengan pasangan ganda putri Jepang lainnya yang jarang menampilkan bola lob panjang.

Dengan hasil ini, Jepang memastikan medali emas ganda putri di World Championships 2018. Di final Minggu (5/8), Matsumoto/Nagahara akan bertemu sesama pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota yang mengalahkan kompatriotnya Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto 21-19 dan 21-15. (sry)