Terima Korsel-Korut, Jokowi Soroti Efek Damai Asian Games

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 19/08/2018 07:32 WIB
Terima Korsel-Korut, Jokowi Soroti Efek Damai Asian Games Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri Upacara Pembukaan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). (INASGOC/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyebut Asian Games 2018 dapat jadi ajang yang berdampak pada penguatan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Hal itu dikatakannya saat menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-Yon dan Wakil Perdana Menteri Korea Utara Ri Ryong Nam di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/8) malam.

"Asian Games merupakan satu momen penting yang dapat terus memperkokoh perdamaian dan persahabatan antara Korea Selatan dan Korea Utara," kata Presiden Jokowi dalam pertemuan itu, berdasarkan keterangan tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Minggu (19/8), dikutip dari Antara.

Dalam pertemuan tersebut tampak hadir pula Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Duta Besar RI untuk Korea Selaran Umar Hadi.

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia berharap beberapa perkembangan positif yang terjadi belakangan ini dapat ditindaklanjuti sehingga stabilitas dan perdamaian Semenanjung Korea dapat segera tercipta.

Di akhir pertemuan, tak lupa Presiden Jokowi menitipkan salam untuk Presiden Moon Jae-in dan Pemimpin Kim Jong Un.

Bendera unifikasi Korea.Bendera unifikasi Korea. (REUTERS/Kim Hong-ji)
Presiden Jokowi juga memuji pembentukan kontingen gabungan kedua Korea pada Asian Games 2018.

Dalam Asian Games 2018, terdapat 58 atlet gabungan dari kedua Korea berpartisipasi pada cabang olah raga bola basket puteri, kano, dan dayung.

Sementara itu, baik Korea Selatan maupun Korea Utara juga mengirimkan kontingen yang jumlahnya cukup besar.

Pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno pada Sabtu (18/8) malam itu sendiri menjadi momen bersejarah bagi kedua Korea. Sebab, kontingen Korea Selatan dan Korea Utara berparade dalam satu rombongan dengan membawa bendera unifikasi Korea.

Seisi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang menjadi tempat upacara pembukaan sontak bergemuruh dengan tepukan ketika kontingen Korea memasuki stadion.

Atlet basket putri Korea Selatan Lim Yung-hui dan atlet sepak bola Korea Utara Ju Kyong-Chol secara bersama-sama memegang bendera Korea Bersatu.

Lee Nak-Yon PM Korsel Lee Nak-Yon. (REUTERS/Jung Yeon-Je)

Di tribun kehormatan, Nak-Yon dan Ryong Nam bergandengan serta melambaikan tangan mereka kepada kontingen.

Ini adalah kedua kalinya dua negara Korea tampil bersama dalam satu bendera di ajang olahraga internasional. Di upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada 9 Februari 2018, kedua negara juga tampil di bawah satu bendera.




(arh)