Fitriani yang menghadapi pebulutangkis India, Saina Nehwal, di babak 16 besar kalah dua gim langsung, 6-21 dan 14-21. Sedangkan Gregoria menyerah dari unggulan ketiga yang juga asal India, PV Sindhu, 12-21, 15-21.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saina lebih menekan, permainan saya tidak berkembang. Di gim kedua saya unggul di awal, tetapi terkejar lagi karena dia bisa mengatasi pola yang saya terapkan," ujar Fitriani.
Gregoria Mariska tumbang dari PV Sindhu di babak 16 besar. (ANTARA FOTO/INASGOC/Puspa Perwitasari) |
Sementara Gregoria mengaku tidak bisa mengembangkan permainan saat melawan Sindhu. Sindhu yang merupakan unggulan ketiga di Asian Games 2018 mendominasi permainan. Di gim kedua penampilan Gregoria sempat membaik, tetapi Sindhu selalu lebih unggul.
"Saya terlalu lama mencari pola permainan, Sindhu sudah dapat puncaknya, saya masih terus di bawah tekanan. Waktu gim kedua saya sudah mencoba untuk mengatur dia, selalu terbawa cepat dan enggak bisa membuat dia lari. Dia menyerang, saya ikut terus memberikan pengembalian bola panjang ke belakang, padahal itu tidak menguntungkan saya sama sekali," ucap Gregoria setelah pertandingan.
Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses melaju ke babak semifinal setelah menyingkirkan pasangan China, Tang Jinhua/Zheng Yu 18-21, 24-22, dan 21-16. (jun)
Gregoria Mariska tumbang dari PV Sindhu di babak 16 besar. (ANTARA FOTO/INASGOC/Puspa Perwitasari)