Asian Games 2018

Aliqqa, Atlet Termuda Asian Games yang Doyan Es Krim

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 13:49 WIB
Aliqqa, Atlet Termuda Asian Games yang Doyan Es Krim Aliqqa Novvery masih memiliki karier yang panjang di dunia skateboard Indonesia. (REUTERS/Edgar Su)
Palembang, CNN Indonesia -- Nin Hardi bangga punya anak seperti Aliqqa Novvery yang sudah bisa tampil di Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City dalam usia masih sangat muda.

Mata Nin tak pernah lepas menyaksikan bocah berusia 9 tahun tersebut tampil di cabang olahraga skateboard nomor street putri pada Rabu (29/8). Dengan baju dan kerudung berwarna putih bercampur corak hitam, ia dan sahabat Aliqqa berdiri tegak di bawah terik matahari yang saat itu berada di suhu puncaknya yakni 32 derajat pada pukul 12.00 WIB.

Aliqqa tidak juara. Otomatis, ia belum dapat meraih medali untuk Indonesia. Anak bungsu Nin dari dua bersaudara itu kalah saing dari atlet Filipina, Jepang, dan China. Ia juga tak lebih baik dari kompatriotnya, Bunga Nyimas, yang meraih medali perunggu di usia yang ke-12 tahun.


Perempuan kelas empat dari salah satu sekolah dasar di Jakarta Selatan ini mencatat skor 13,3. Terpaut 17,1 poin dari skater Filipina, Didal Margielyn, yang meraih emas.

Meski begitu, Nin tetap bangga. Ibu rumah tangga 44 tahun ini mengatakan Nin tetap semangat untuk terus menekuni skateboard setelah pulang tanpa medali dari Asian Games 2018.

"Dia masih kecil, belum tahu untuk pilihan hidup yang lain. Saya sering tanya kepada dia [Aliqqa], 'Masih semangat tidak raih cita-cita kamu di skateboard?' Saya juga pesan harus banyak belajar, sebulan lagi setelah Asian Games ada perlombaan nasional dan dia mau ikut," kata Nin kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (30/8).

Di mata Nin, Aliqqa merupakan seorang anak kecil yang tahu apa kemauannya. Aliqqa, lanjut dia, menekuni terjun di dunia skateboard tanpa ada keraguan.

Nin Hardi (kanan) selalu memberikan dukungan kepada Aliqqa.Nin Hardi (kanan) selalu memberikan dukungan kepada Aliqqa. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
"Dan selalu mau bekerja keras tentang apa yang dia inginkan. Dia latihan hampir setiap hari, dan tahu untuk Asian Games 2018 butuh persiapan sebaik mungkin. Berdua dengan Bunga, dia itu selalu tepat waktu," ucap Nin.

"Apalagi di Asian Games 2018, dia tampil begitu santai dan riang. Tidak ada target apa-apa dari pelatih untuk Aliqqa, yang penting tampil dengan menyenangkan. Walau tidak bisa capai hasil terbaik, tapi dia memberikan permainan yang imbang," ucapnya menambahkan.

Skater Balerina

Aliqqa belajar skateboard sejak umur tujuh tahun. Namun tiga tahun sebelum itu, ia merupakan seorang balerina.

"Usia 4 tahun belajar balet dua kali sepekan. Sejak bergabung dengan tim Asian Games dan karantina, dia berhenti balet dulu empat bulan," katanya.

Aliqqa karena es krim.Aliqqa akan melakukan apa saja demi mendapatkan es krim. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Ternyata, ilmu balet Aliqqa menjadi ciri khas dia di arena luncur. Hal itu diketahui ketika Nin menemani Aliqqa di berbagai kompetisi saat usianya masih tujuh tahun.

"Dia mau punya cori khas, dia kan belajar balet. Dulu banyak media lihat dia unik main skate pakai rok balet," pungkas Nin.

Nin bercerita Aliqqa mulai mengenal skateboard ketika ulang tahun ketujuh. Salah satu saudara Aliqqa datang ke rumah bawa papan skateboard.

"Aliqqa Coba meluncur dan dia senang, lalu merengek minta papan luncur. Kami belikan karena dia keukeuh minta itu untuk kado ulang tahun. Karena harga oalan skateboard tidak murah, kami bilang supaya dia serius belajar dan merawat papan itu," ujar Nin.

Nin Hardi tetap setia menyaksikan buah hatinya bertanding meski di bawah terik matahari.Nin Hardi tetap setia menyaksikan buah hatinya bertanding meski di bawah terik matahari. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
"Anak perempuan tidak mungkin main skateboard di jalanan, kami pun browsing dan ketemu pelatih. Kebetulan pelatihnya itu dulu pemain legenda juga dan senior di Indonesia, Aliqqa kursus skateboard di Taman Mini dua tahun lalu [2016]. Dia mulai belajar, sejak itu tidak berhenti deh," ujarnya melanjutkan.

Durasi bermain skateboard Aliqqa, lanjutnya, minimal dua jam. Bahkan, tak jarang gadis cilik itu bermain seharian.

"Kalau skateboard belum mati lampu, tidak mau pulang," tutur Nin.

Selama Aliqqa belajar skateboard di masa awal, Nin mengaku tidak khawatir anaknya akan cedera. Ia beruntung Aliqqa dari awal diserahkan ke orang yang tepat.

"Skateboard kan ada banyak cara belajarnya. Karena dari coach profesional, diajarkan cara jatuh yang benar untuk terhindar dari cedera parah dulu," sambung dia.

Aliqqa anak kedua dari dua bersaudara. Berbeda dengan sang adik, kakak Aliqqa tidak berbakat main skateboard.

"Kakaknya waktu belajar skate usianya sudah 13 tahun dan perempuan banget. Coba main, malah jatoh. Sakit dan tidak berani lagi," tuturnya kembali.

Motivasi Es Krim

Bila sebagian atlet mungkin lebih termotivasi tampil baik di lapangan untuk meraih prestasi dan bonus yang tinggi, Aliqqa lebih suka tampil baik demi makan es krim. Nin menyampaikan kesukaan Aliqqa kepada es krim menjadi cerita unik selama sang putri bermain skateboard.

Durasi latihan Aliqqa hanya dua jam.Durasi latihan Aliqqa maksimal hanya dua jam. (ANTARA FOTO/INASGOC/Muhammad Adimaja)
"Saya suka bilang, 'De, main yang bagus nanti dibeliin es krim.' Dia suka sekali es krim, Kadang-kadang harus saya larang supaya tidak batuk. Dia suka apa saja yang dingin-dingin," pungkasnya lagi.

Kendati Aliqqa menjadi atlet termuda di Asian Games 2018 dan memberikan daya tarik bagi media asing, Nin tetap bersikap realistis terhadap jalan hidup Aliqqa mendatang. Ia menerangkan pilihan hidup Aliqqa masih bisa berubah-ubah.

"Kami orang tua yang membebaskan anak mau jadi apa, tapi tetap dapat kontrol dengan harus belajar yang rajin. Setelah terpilih jadi atlet, kami minta untuk disiplin makan dan lain-lain. Pelatih sudah jelaskan dari awal risiko jadi atlet," kata Nin.

"Cara cari uang dari skateboard tidak hanya dari pemerintah, tapi dari event lain juga. Kami sebagai orang tua percaya kalau Aliqqa berusaha dan punya etos kerja baik, rejeki itu akan datang," katanya menambahkan. (sry/bac)