Asian Games 2018

5 Atlet Indonesia yang Pensiun Usai Asian Games 2018

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Minggu, 02/09/2018 17:41 WIB
5 Atlet Indonesia yang Pensiun Usai Asian Games 2018 Lindswell Kwok memilih pensiun sebagai atlet wushu usai meraih emas Asian Games 2018. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian atlet Asian Games 2018 merupakan ladang terakhir untuk mencetak prestasi membanggakan bagi Indonesia. Beberapa di antaranya menutup masa karier dengan manis lewat medali yang diraih.

CNNIndonesia.com mencoba merangkum lima atlet nasional dari berbagai cabang olahraga yang memutuskan pensiun usai tampil di Asian Games 2018:

1. Jintar Simanjuntak (Karate)


Karateka nasional Jintar Simanjuntak menutup kariernya dengan manis usai merebut medali perunggu di nomor kumite putra -67 kilogram. Selama menjadi karateka, prestasi Jintar tak perlu diragukan lagi.

6 Atlet Indonesia yang Pensiun Usai Asian Games 2018 (FKS)Jintar Simanjuntak (kiri) mundur usai meraih perunggu di Asian Games 2018. (REUTERS/Issei Kato)
"Medali ini adalah hasil yang manis yang bisa saya buat. Medali ini persembahan terakhir saya untuk Indonesia. Saya tutup karier dengan medali perunggu Asian Games 2018. Setelah ini, saya pensiun sebagai atlet," ucap Jintar.

Setelah pensiun, Jintar yang kini sudah 31 tahun, berencana menjadi pelatih. Saat ini Jintar sudah memiliki jabatan sebagai pelatih di Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Sumatra Utara.

2. Lindswell Kwok (Wushu)

Lindswell Kwok sudah mengungkapkan rencana pensiun sejak 2015. Namun, rencana itu baru dapat ia pastikan usai meraih medali emas di nomor wushu taijiquan dan taijijian Asian Games 2018. Medali emas yang diraihnya menjadi tanda perpisahan terindah yang diberikan Lindswell buat Indonesia.

Lindswell Kwok menutup karier sebagai pewushu dengan raihan emas Asian Games 2018. (Lindswell Kwok menutup karier sebagai pewushu dengan raihan emas Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Ismar Patrizki)
Pewushu 26 tahun itu masih belum memastikan masa depannya setelah pensiun. Ia hanya memastikan, dirinya tidak akan jauh dari wushu, olahraga yang telah membesarkan namanya.

"Saya belum tahu setelah ini mau apa. Pasti tidak jauh-jauh dari wushu, melatih atau bagaimana. Pastinya akan tetap di wushu," ujar Lindswell.

3. Ahmad Hulaefi (Wushu)

Mengikuti jejak kekasihnya, Lindswell, Achmad Hulaefi juga mengutarakan keinginan untuk pensiun usai menyabet medali perunggu cabang olahraga nomor daoshu-gunsu Asian Games 2018.

Hulaefi berharap keputusan mundur dari atlet nasional bisa memberikan motivasi kepada atlet muda wushu untuk terus berjuang dan meneruskan rangkaian prestasi yang telah dibuat para senior.

Kekasih Lindswell Kwok, Ahmad Hulaefi juga memutuskan pensiun usai Asian Games 2018. (Kekasih Lindswell Kwok, Ahmad Hulaefi juga memutuskan pensiun usai Asian Games 2018. (REUTERS/Beawiharta)

4. Fadlin (Atletik)

Sprinter Indonesia, Fadlin, juga menutup karier dengan manis usai meraih medali perak di nomor 4x100 meter putra Asian Games 2018 bersama Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan dan Bayu Kertanegara. Keempatnya mencatatkan waktu terbaik 38,77 detik unggul dari China yang meraih urutan ketiga di belakang Jepang yang tampil sebagai juaranya.

Medali perak yang diraih Fadlin dan kawan-kawan merupakan medali pertama tim estafet putra Indonesia di Asian Games sejak 52 tahun silam. Terakhir, tim estafet putra meraih medali perak pada Asian Games 1966 di Bangkok.

Fadlin (kanan) pensiun usai ikut mempersembahkan perak di nomor lari estafet 4x100 meter. (Fadlin (kanan) pensiun usai ikut mempersembahkan perak di nomor lari estafet 4x100 meter. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Andika Wahyu)
Catatan waktu 38,77 detik juga menjadi pencapaian terbaik yang pernah ditorehkan tim estafet putra Indonesia sepanjang sejarah.

"Ini event terakhir. Dari awal target pribadi saya di lomba terkahir ini saya ingin membuat yang terbaik buat Indonesia dan bisa menutup karier saya dengan sempurna di sini. Alhamdulillah," ungkap Fadlin.

5. Lis Andriana (Paralayang)

Atlet paralayang senior, Lis Andriana, memutuskan pensiun usai Asian Games 2018. Bersama kedua rekannya, Rika Wijayanti dan Ike Ayu Wulandari, Lis yang juga mantan juara dunia paralayang ini berhasil meraih medali perak di nomor ketepatan mendarat beregu putri.

6 Atlet Indonesia yang Pensiun Usai Asian Games 2018 (FKS)Lis Indriana memutuskan pensiun usai meraih perak Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Crack Palinggi)
Selain itu dengan tim yang sama, atlet 35 tahun itu meraih medali perunggu di nomor cross country beregu putri.

Usia yang tak lagi muda membuat Lis berpikir untuk menyudahi kariernya. Sampai di pengujung kariernya, Lis masih tercatat sebagai atlet paralayang putri terbaik Indonesia yang pernah mencatatkan prestasi hattrick juara dunia di nomor akurasi pendaratan tahun 2012, 2013, dan 2014.