ASIAN GAMES 2018

Pemerintah Alokasikan Rp210 M untuk Bonus Atlet Asian Games

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 02/09/2018 14:12 WIB
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp210 miliar untuk bonus atlet dan pelatih peraih medali dalam Asian Games 2018. Penyerahan bonus bagi atlet peraih medali Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp210 miliar untuk bonus atlet dan pelatih peraih medali Asian Games 2018.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan bahwa anggaran tersebut bersumber dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN). Bonus kata Imam, sudah bisa dinikmati sekarang juga.

"Semua penerima per hari ini sudah bisa melihat angkanya di buku tabungan, sudah ada di ATM, dan ini sejarah. Baru kali ini pemberian bonus bisa cepat. Pagu dari negara. Untuk (bonus) Asian Games kira-kira Rp210 miliar," katanya di Komplek Istana Negara, Minggu (2/9).


Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memberikan bonus kepada para atlet dan pelatih peraih medali Asian Games 2018 sebelum upacara penutupan digelar pada Minggu malam.

Presiden Jokowi memberi langsung bonus atlet peraih medali Asian Games 2018.Presiden Jokowi memberi langsung bonus atlet peraih medali Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Untuk atlet perorangan, peraih medali emas, perak dan perunggu masing-masing sebesar Rp1,5 miliar, Rp500 juta dan Rp250 juta. Sementara atlet beregu, peraih medali emas, perak, perunggu masing-masing akan mendapat Rp750 juta, Rp300 juta dan Rp150 juta per orang.

Pelatih perorangan/ganda peraih emas, perak, perunggu masing-masing mendapatkan Rp450 juta, Rp150 juta dan Rp75 juta. Untuk pelatih beregu, peraih emas, perak, dan perunggu masing-masing mendapatkan Rp600 juta, Rp200 juta dan Rp100 juta.

Imam mengatakan selain bonus tersebut, atlet juga akan menerima bonus lain berupa pengangkatan menjadi PNS dan rumah.

"Kalau PNS butuh waktu karena harus ada penyesuaian seperti prajabatan, kalau rumah masih menunggu Kementerian PUPR," kata Imama.

"Ini sudah tanpa tes. Jalur khusus. Yang pasti meski mereka PNS, kerjanya bukan di bangku atau di ruangan. Kerjanya di lapangan latihan terus. Sehingga pemerintah menjamin bulanannya," sambungnya (agt/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK