Usai Operasi Tumor, Benny Dolo Tetap Tonton Sepak Bola

Jun Mahares, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 07:17 WIB
Mantan pelatih Timnas Indonesia Benny Dolo masih tetap memantau perkembangan sepak bola terkini meski dalam proses pemulihan usai operasi tumor. Benny Dolo masih tetap mengikuti perkembangan sepak bola terkini. (CNN Indonesia/Jun Mahares)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepak bola seakan menjadi bagian hidup yang tak bisa dilepaskan Benny Dolo. Ia hampir tak pernah melewati tayangan sepak bola meski kesehatannya tengah menurun pasca-operasi tumor usus.

Bendol, begitu ia akrab disapa, sempat divonis tumor usus saat masih menangani Sriwijaya FC pada tahun 2016. Ia lalu menjalani operasi dan dokter pun mengklaim tumornya sudah hilang.

Meski demikian, mantan pelatih Persija Jakarta dan Arema Malang itu masih harus menjalani pemulihan. Terlebih berat badannya sempat menurun hampir 30 kilogram.


Di masa pemulihan, Bendol mengaku masih tak bisa lepas dari sepak bola. Ia nyaris tak melewatkan siaran langsung sepak bola di layar kaca. Bahkan, pria bernama lengkap Benny Selvianus Dolo itu sesekali bergadang.

"Saya tetap ikuti perkembangan sepak bola dong. Tak hanya sepak bola Indonesia saya juga tonton sepak bola luar negeri. Hampir semua pertandingan Piala Dunia 2018 saya tonton termasuk yang dini hari," ujar Bendol.

Benny Dolo menatap sejumlah foto semasa aktif sebagai pemain dan pelatih.Benny Dolo menatap sejumlah foto semasa aktif sebagai pemain dan pelatih. (CNN Indonesia/Jun Mahares)
Bendol juga mengaku tak pernah melewatkan pertandingan Timnas Indonesia di Asian Games 2018. Menurutnya, penampilan skuat arahan Luis Milla cukup menjanjikan meski harus terhenti di babak 16 besar lawan Uni Emirat Arab.

Pria kelahiran Manado 67 tahun silam itu menilai tim Garuda Muda tampil beda. Timnas Indonesia U-23 asuhan tangan Luis Milla mampu menerapkan permainan menghibur dan atraktif.

"Saya lihat ada perbedaan dari sebelum-sebelumnya. Anak-anak bisa main cepat lewat umpan-umpan pendek dan berani mengambil inisiatif menyerang. Ini permainan yang jarang saya lihat di Timnas Indonesia sebelumnya," terang Bendol.

Pelatih yang sukses mengantar Arema juara Piala Indonesia dua edisi secara beruntun itu menilai, Milla layak dipertahankan.

"Milla sangat layak dipertahankan karena dia cukup sukses menularkan permainan ala Spanyol ke Timnas Indonesia," ujarnya.

Benny Dolo saat menukangi Sriwijaya FC.Benny Dolo saat menukangi Sriwijaya FC. (ANTARA FOTO/ Feny Selly)
Tak ketinggalan, Bendol pun berbicara soal perkembangan kompetisi Tanah Air. Menurutnya, persaingan menuju juara kian kompetitif. Manajemen keuangan sejumlah klub pun dinilai semakin matang.

Jagokan Persija

Ditanya soal klub Liga 1 yang paling konsisten, Bendol menjawab lantang: 'Persija'. Bukan karena ia pernah menangani Persija, namun ia kagum dengan konsistensi pelatih Stefano 'Teco' Cugurra.

"Pelatih Persija sekarang cukup bagus, ya. Permainannya juga konsisten. Tapi, itu karena mendapat dukungan penuh dari manajemen dan keuangan yang cukup. Memang seharusnya klub sepak bola kalau mau maju, ya begitu."

Benny Dolo tengah menjalani masa pemulihan usai operasi tumor.Benny Dolo tengah menjalani masa pemulihan usai operasi tumor. (CNN Indonesia/Jun Mahares)
"Saya rasa Persija bisa terus meningkat di daftar klasemen. Saya bilang begini bukan karena saya pernah di Persija, tapi memang saya lihat sejauh ini mereka lebih konsisten," tuturnya.

Semenjak menjalani operasi, Bendol memang belum pernah lagi menginjak stadion. Ia berharap kembali bisa menonton langsung laga sepak bola jika kondisi kesehatannnya memungkinkan.

"Nanti akan saya coba-coba (menonton ke stadion). Tapi, kalau kesehatan saya sudah memungkinkan, ya," ujar pelatih yang sukses mengantar Persita Tangerang meraih gelar runner up di Liga Indonesia 2002. (har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK