Kemenpora Desak Transparansi Honor Penari Asian Games

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 19:38 WIB
Kemenpora Desak Transparansi Honor Penari Asian Games Ribuan siswi dari berbagai SMA di Jakarta ambil bagian dalam acara pembukaan Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mendesak transparansi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal honor siswi SMA Jakarta yang menari Ratoh Jaroe pada upacara pembukaan Asian Games 2018.

Gatot mengungkapkan setelah Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melunasi pembayaran 1600 penari dari 18 SMA di Jakarta, hal itu bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Gatot mengembalikannya kepada pihak sekolah yang diminta untuk transparan kepada anak didiknya.

Meski begitu, Gatot menyebut telah mengimbau Kemendikbud untuk mengingatkan pihak sekolah agar transparans soal honor siwa-siswi yang sudah membantu menyukseskan Asian Games 2018.


"Itu hal yang kurang baik di lembaga pendidikan. Sejak kecil harusnya mereka sudah dididik masalah transparansi. Harusnya edukasi transparansi ini sudah diajarkan sejak dini," kata Gatot melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/9).

Upacara pembukaan Asian Games 2018 mendapat sambutan meriah.Upacara pembukaan Asian Games 2018 mendapat sambutan meriah. (INASGOC/Dhemas Reviyanto)
"Biasakanlah sejak di bangku sekolah sudah mendapatkan hal sesuai ketentuannya," imbuhnya.

Gatot mencontohkan transparansi seperti di Asian School Games agar dijadikan contoh supaya siswa dan siswi yang terlibat mendapat kejelasan sejak awal.

"Harusnya mereka sudah tanya bonus seperti yang didapat senior mereka. Tapi kenapa mereka tidak dapat? Karena di Asian School Games itu ada aturan yang menyebut bonus untuk anak-anak boleh diberikan sebatas beasiswa. Sejak awal kami sudah transparan, jadi mereka juga tidak mempertanyakan," jelas Gatot.

Kemenpora Ingatkan Kemendikbud Soal Honor Penari Asian GamesPara penari Jaroe di Asian Games 2018 belum menerima haknya. (REUTERS/Issei Kato)

"Apalagi di jaman media sosial seperti sekarang, semua informasi bisa dengan mudah didapat. Terlebih di event penuh kebanggaan seperti Asian Games," terangnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa-siswi SMA di Jakarta mengeluhkan soal honor mereka usai tampil sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018 yang tak kunjung cair. Padahal INASGOC mengaku telah menyelesaikan tiga termin pembayaran honor penari Ratoh Jaroe dari 18 SMA di Jakarta, Senin (17/9).
"Beberapa perwakilan kami sudah dipanggil. Tapi sekolah bilang tidak mau memberikan uang tunai. Kami dikasih tiga opsi, dikasih jaket atau kaus, jalan-jalan atau uang tunai. Kami maunya uang."

"Itu kan hak kami. Sejak awal kami yang panas-panasan, capek, pulang malam terus, kenapa masih ditahan-tahan uangnya?" tanya salah satu siswa SMA 78 yang enggan disebut namanya.

CNNIndonesia.com mencoba untuk mengonfirmasi hal tersebut kepada Wakil Kepala Sekolah SMA 78 Jakarta dan penanggung jawab SMA 23. Namun, hingga berita ini diturunkan keduanya belum memberikan jawaban. (TTF/nva)