Gatot mengungkapkan setelah Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melunasi pembayaran 1600 penari dari 18 SMA di Jakarta, hal itu bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Gatot mengembalikannya kepada pihak sekolah yang diminta untuk transparan kepada anak didiknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara pembukaan Asian Games 2018 mendapat sambutan meriah. (INASGOC/Dhemas Reviyanto) |
"Harusnya mereka sudah tanya bonus seperti yang didapat senior mereka. Tapi kenapa mereka tidak dapat? Karena di Asian School Games itu ada aturan yang menyebut bonus untuk anak-anak boleh diberikan sebatas beasiswa. Sejak awal kami sudah transparan, jadi mereka juga tidak mempertanyakan," jelas Gatot.
Para penari Jaroe di Asian Games 2018 belum menerima haknya. (REUTERS/Issei Kato) |
"Apalagi di jaman media sosial seperti sekarang, semua informasi bisa dengan mudah didapat. Terlebih di event penuh kebanggaan seperti Asian Games," terangnya.
Sebelumnya, sejumlah siswa-siswi SMA di Jakarta mengeluhkan soal honor mereka usai tampil sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018 yang tak kunjung cair. Padahal INASGOC mengaku telah menyelesaikan tiga termin pembayaran honor penari Ratoh Jaroe dari 18 SMA di Jakarta, Senin (17/9).
"Itu kan hak kami. Sejak awal kami yang panas-panasan, capek, pulang malam terus, kenapa masih ditahan-tahan uangnya?" tanya salah satu siswa SMA 78 yang enggan disebut namanya.
CNNIndonesia.com mencoba untuk mengonfirmasi hal tersebut kepada Wakil Kepala Sekolah SMA 78 Jakarta dan penanggung jawab SMA 23. Namun, hingga berita ini diturunkan keduanya belum memberikan jawaban. (ttf/nva)
Upacara pembukaan Asian Games 2018 mendapat sambutan meriah. (INASGOC/Dhemas Reviyanto)
Para penari Jaroe di Asian Games 2018 belum menerima haknya. (REUTERS/Issei Kato)