Dalam sebuah acara sponsor resmi Asian Para Games di Citibank Tower pada Selasa (18/9), Jendi berkisah tentang tragedi yang menimpanya 15 tahun lalu. Peristiwa yang mengawali langkahnya sebagai atlet renang difabel profesional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jendi tidak hanya mencoba untuk kuat menghadapi masa-masa kritis dan saat dioperasi, tetapi juga berupaya tegar menerima kenyataan kehilangan kaki kiri dari bagian paha ke bawah.
Jendi Panggabean (ketiga dari kiri) menjadi salah satu andalan Indonesia pada ajang Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Di sana [Palembang], saya diperkenalkan olahraga disabilitas. Saya tahu punya bakat di air karena senang berenang. Dulu jarang berenang di kolam, tapi sungai," ucapnya melanjutkan.
Karena sering berenang di sungai, Jendi merasa memiliki bakat berenang secara alami. Ia kemudian terjun ke dunia olahraga sebagai atlet dan bergabung bersama salah satu klub renang di Palembang agar bakatnya semakin terasah dengan baik.
"Saya latihan dengan orang normal [tanpa disabilitas] dan program yang sama. Pernah suatu saat program latihan saya dengan atlet normal dibedakan, saya tidak mau. Dengan berlatih bersama atlet normal, otomatis saya termotivasi untuk mengimbangi kecepatan berenang," ujar Jendi.
Menu latihan Jendi tidak mudah. Ia harus rajin olahraga dan mengatur pola makan untuk membentuk tubuh ideal sebagai perenang.
"Karena badan walau six pack,harus tetap lentur. Kalau kaku, akan merusak gaya renang. Makan tidak diet, tapi jaga makanan yang penting baik untuk tubuh kita."
Prestasi dan Pensiun
Usai berlatih renang selama bertahun-tahun dengan keadaan yang terbatas, Jendi akhirnya berhasil meraih prestasi perdana tingkat nasional. Prestasi tersebut ia dapatkan dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional pada 2012.
"Di ajang itu dapat dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Tahun itu juga masuk tim nasional," tutur Jendi.
"Lalu di kejuaraan internasional pertama itu ASEAN Para Games yang hingga kini saya sudah mengumpulkan lima emas. Saya juga mendapat satu emas, satu perak, dan satu perunggu dalam kejuaraan di Berlin pada 2018," tuturnya kembali.
Menurut Jendi prestasi-prestasi yang ia raih tidak sekadar buah dari latihan dan usaha, tetapi juga berkat doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Perasaan setelah mendapat medali itu rasanya 'wow'. Suatu kebanggaan," ujarnya
Meski masih aktif menjadi atlet, Jendi sudah mempersiapkan diri untuk mentas dari kolam dan mempersiapkan masa depan dengan bekal yang didapat dari pemerintah.
Tahun ini, Jendi bakal kembali berupaya mengibarkan bendera Merah Putih pada perhelatan Asian Para Games 2018, turnamen olahraga disabilitas terbesar di Asia yang dimulai pada 6 sampai 13 Oktober. (map/jun)
Jendi Panggabean (ketiga dari kiri) menjadi salah satu andalan Indonesia pada ajang Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)