Laura adalah atlet difabel yang mengikuti program pemusatan latihan di Solo sejak 10 Januari. Saat ini ia sedang menjalani program peningkatan kecepatan tahap akhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latihan terus, sehari dua atau tiga kali latihan. Pagi renang, sore renang. Atau pagi fitness, siang fitness lagi," kata Laura melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/9).
Para atlet difabel Indonesia bakal berjuang keras di Asian Para Games 2018. (Foto: Detikcom/Rifkianto Nugroho) |
"Latihan untuk Asian Para Games sih lebih berat daripada Peparnas [Pekan Olahraga Nasional] dan ASEAN Para Games menurut saya. Karena lawan yang akan dihadapi jauh lebih banyak dibandingkan dengan ASEAN Para Games," ujar Laura.
Demi meraih medali di Asian Para Games, Laura juga mengikuti ajang uji coba yakni di Berlin, Jerman. Di sana, ia mendapat dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
"Kalau dari pelatih menargetkan dapat satu emas di cabang olahraga [cabor] renang. Anggota tim renang Indonesia ada tiga puluh orang dengan target di cabor ini empat medali emas. Saya sendiri ditargetkan dapat satu medali," ucapnya melanjutkan.
Terpeleset
Perjalanan Laura menjadi atlet difabel berawal pada 2015. Awalnya, ia lahir dengan keadaan normal.
"Ketika POPDA [Pekan Olahraga Pelajar Daerah] di Semarang, saya kepeleset dan jatuh duduk. Sebulan kemudian, tulang punggung remuk. Setelah itu operasi tapi penanganan sudah terlambat. Fungsi tubuh bagian bawah lalu menurun," ujar Laura yang kini menggunakan kursi roda untuk berjalan.
Selama tiga tahun menjadi atlet difabel, Laura terbilang cukup berprestasi. Ia berhasil menyabet dua medali emas pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur. Namun, Laura belum puas dengan prestasi tersebut.
"Motivasi saya lebih kepada pelatih, karena yang membuat saya bangkit adalah pelatih. Dia [pelatih] bilang, 'Kamu difabel, masih bisa melakukan hal-hal yang bisa dilakukan orang normal.' Jadi saya ingin membuktikan," ujarnya kembali.
Tahun ini adalah kali pertama Laura ikut Asian Para Games 2018. Laura mengaku tegang menyambut laga di ajang empat tahunan tersebut.
"Catatan terbaik saya di nomor 50 meter gaya punggung dan bebas yakni 42 detik dan 39 detik. Catatan waktu gaya punggung harus lebih cepat lagi, karena ada Kazakhstan dan China yang waktunya tidak jauh berbeda dengan saya dan menjadi pesaing terberat," tuturnya lagi. (jun/bac)
Para atlet difabel Indonesia bakal berjuang keras di Asian Para Games 2018. (Foto: Detikcom/Rifkianto Nugroho)