Suporter asal Cengkareng, Jakarta Barat, tersebut meninggal dunia usai dikeroyok sekawanan suporter Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9), sebelum laga kedua tim dimulai. Meski tak mengenakan atribut Persija, pendukung Persib membabi buta dan menyerang Haringga hingga meregang nyawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gede berpendapat agar kasus Haringga tidak dibesar-besarkan lagi. Ia mengatakan pemberitaan yang berlebihan tidak akan menghidupkan kembali pemuda berusia 23 tahun tersebut.
Gede Widiade berharap pemberitaan tewasnya Haringga tidak dibesar-besarkan. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Jadi tolong media sampaikan bahwa yang dimintai keterangan itu belum tentu orang yang melakukan, mungkin masih terduga. Jadi praduga tidak bersalah kita kedepankan. Apakah telah terjadi korban? Ya. Apakah telah terjadi pengamanan yang maksimal? Sudah," ucapnya menambahkan.
Selain itu, Gede berjanji Persija akan mengawal kasus Haringga sampai akhir. Tak hanya itu, Gede juga berkeinginan agar video jasad Haringga yang terlanjur viral bisa dihilangkan.
"Menurut saya, yang perlu dihentikan sekarang adalah [video] viral kejadian tersebut, supaya rasa kebencian dan marah itu hilang. Jadi bantu kami agar video viral dihentikan. Lalu ujaran kebencian juga tolong dikurangi, kalau bisa diberhentikan," ujar dia.
"Maaf saya lagi di Madrid dan tidak terlalu tahu info terbaru. Saya tidak bisa komentar dulu karena tidak tahu situasi di sana," ujarnya singkat. (map/sry)
Gede Widiade berharap pemberitaan tewasnya Haringga tidak dibesar-besarkan. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)