'Tawar-menawar' Sanksi PSSI Jadi Hal Lumrah

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 19:08 WIB
'Tawar-menawar' Sanksi PSSI Jadi Hal Lumrah Persib tetap berpeluang mendapat keringanan hukuman.(ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak sanksi kepada klub, pelatih, pemain, dan juga ofisial tim di Liga Indonesia yang mendapat keringanan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI setelah mengajukan banding.

Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi Persib Bandung mendapatkan memiliki potongan hukuman. Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI pada Senin (1/10), Maung Bandung dijatuhi hukuman berat.

Persib sebagai klub, pemain, panitia pelaksana pertandingan, hingga suporter menerima hukuman dari Komdis PSSI terkait tewasnya pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, sebelum laga Persib vs Persija di Liga 1 2018, Minggu (23/9).


Sanksi yang diberikan Komdis PSSI membuat Persib berang dan bertekad mengajukan banding. Belakangan Komdis PSSI pun mempersilakan tim asuhan Roberto Carlos Mario Gomez itu untuk mengajukan permohonan dispensasi.

Komite Banding (Komding) PSSI pun menyebut pertimbangan untuk memberikan keringanan adalah bentuk kasus dan faktor pendukung yang ada.

Berikut sejumlah kasus dalam sepak bola Indonesia yang sudah ditetapkan hukumannya namun kemudian mendapatkan keringanan karena peninjauan kembali:

1. Persis Solo

Ilustrasi Persis Solo.Ilustrasi Persis Solo. (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Keputusan wasit yang dianggap merugikan Persis Solo saat menjamu PPSM Magelang, 15 April 2014, menyulut emosi pendukung tuan rumah. Karena merasa dirugikan dan tidak puas dengan hasil akhir, penonton melempari para pemain dari kedua tim dengan botol dan perangkat pertandingan lainnya.

Karena perlakuan ini, Persis mendapat hukuman denda dari PSSI sebanyak Rp25 juta dan larangan tidak memperbolehkan adanya penonton pada laga selanjutnya kontra Persip Pekalongan. Persis beruntung karena PSSI merevisi hukuman tersebut menjadi denda Rp50 juta tetapi memperbolehkan laga disaksikan penonton Laskar Samber Nyawa.

2. Pieter Rumaropen

Dalam laga panas Persiwa Wamena lawan Pelita Bandung Raya, salah satu pemain Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen, tak menerima keputusan wasit yang memberikan penalti untuk PBR pada 21 April 2013. Pieter yang tersulut emosi, melayangkan pukulan ke wajah sang pemimpin pertandingan yang akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit dan tak mampu melanjutkan pertandingan.

Pieter pun mendapat hukuman dari PSSI berupa larangan bermain seumur hidup. Namun, PSSI memberikan keringanan hukuman menjadi larangan bermain selama satu tahun dan denda Rp100 juta.

3. Persebaya Surabaya

Ilustrasi Persebaya Surabaya.Ilustrasi Persebaya Surabaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Dengan alasan memperhatikan keselamatan pendukungnya, Persebaya Surabaya mengundurkan diri dari laga delapan besar Liga Djarum Indonesia 2005. Setelah 43 orang luka-luka dan 7 orang alami luka parah, Walikota Surabaya saat itu Bambang Dwi Hartono perintahkan klub untuk segera pulang sebelum bertambahnya korban.

Komdis PSSI pun melarang Persebaya bertanding di semua level kompetisi profesional selama dua tahun. Namun, hukuman itu menjadi ringan (sanksi 16 bulan) setelah banding. Bajul Ijo juga harus membayar denda Rp150 juta serta mengembalikan dana kompensasi selama kompetisi Liga Indonesia.

Pada akhir 2005 PSSI kembali memberikan pengurangan hukuman kepada Persebaya menjadi degradasi ke Divisi I di musim 2006 dan larangan mengikuti kegiatan sepak bola selama 2 tahun bagi manajer Saleh Mukadar. Saleh juga harus mengembalikan seluruh dana kompensasi sponsor, termasuk uang dari tayangan langsung.

4. 'Sepak Bola Gajah' PSS vs PSIS

Tim manajerial PSIS Semarang ketika menunggu sidang Komisi Disiplin PSSI di Kantor PSSI, Senayan.Tim manajerial PSIS Semarang ketika menunggu sidang Komisi Disiplin PSSI akibat kasus 'sepak bola gajah' di Kantor PSSI, Senayan. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Sepak bola gajah kembali mencoreng Indonesia akibat lima gol bunuh diri PSS Sleman dan PSIS Semarang di perempat final Divisi Utama 2014. Guna menghindari pertemuan dengan Borneo FC di laga semifinal sebagai langkah lolos ke Liga Super Indonesia, PSS dan PSIS bertekad mengalah dalam laga tersebut.

Hasilnya, pemain PSS mencetak dua gol bunuh diri sedangkan PSIS tiga gol. PSS pun menghadapi Borneo FC di partai puncak. Akan tetapi, PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada pemain dan ofisial kedua tim berupa larangan bermain selama 5 tahun hingga seumur hidup ditambah membayar denda.

Tetapi pada Januari 2017 Ketua Umum PSSI mencabut hukuman sebagian pemain PSS dan PSIS. Sedangkan sebagian lain masih menjalani sanksi berupa larangan berkativitas selama 5 tahun hingga seumur hidup.

5. Persiba Bantul

Asisten Manajer Persiba Bantul Bagus Nur Edy Wijaya awalnya dihukum larangan memasuki stadion selama tiga pertandingan dan denda Rp100 juta. Tetapi setelah melakukan banding, sanksi yang diterima Bagus menjadi denda Rp50 juta dan larangan memasuki bangku cadangan dan ruang ganti selama lima laga.

Bagus mendapat hukuman karena mencekik wasit usai laga Persiba vs Persepam di Liga Super Indonesia pada Mei 2014. Aksi tersebut memprovokasi para penonton yang kemudian melemparkan botol dan atribut pertandingan lainnya. (dre/ptr)