Selain Mayorga, Tiga Wanita Disebut Mengaku Diperkosa Ronaldo

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 06:00 WIB
Selain Mayorga, Tiga Wanita Disebut Mengaku Diperkosa Ronaldo Wanita lain ikut mengaku diperkosa Cristiano Ronaldo. (REUTERS/Massimo Pinca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Megabintang Cristiano Ronaldo dalam masalah besar setelah diklaim melakukan pemerkosaan terhadap wanita lain selain model Kathryn Mayorga.

Dikutip dari The Sun, pengacara Kathryn Mayorga korban perkosaan yang diduga dilakukan Ronaldo, Leslie Stovall, masih menyelidiki tiga wanita lain yang juga menjadi korban pemain berjuluk CR7 itu.

Seorang wanita mengaku diperkosa oleh Ronaldo yang ditransfer €100 juta dari Real Madrid ke Juventus itu. Wanita kedua mengklaim disakiti Ronaldo.


Sedangkan wanita ketiga telah menandatangani perjanjian rahasia dengan mantan pemain Manchester United itu pada 2009, seperti Kathryn Mayorga. Hanya saja, belum jelas apakah wanita kedua dan ketiga itu mendapat pelanggaran seksual dari Ronaldo.

"Saya menindaklanjuti untuk memverifikasi informasi ini," ujar Leslie Stovall dikutip dari The Sun.

Sementara majalah asal Jerman Der Spiegel mempublikasikan potongan gambar surat perjanjian rahasia yang ditandatangani oleh Cristiano Ronaldo dan Kathryn Mayorga serta pengacara yang hadir pada 12 Juli 2010.

Pengacara Kathryn Mayorga masih menyelidiki kebenaran tiga wanita lain yang juga mengaku disakiti Ronaldo.Pengacara Kathryn Mayorga masih menyelidiki kebenaran tiga wanita lain yang juga mengaku disakiti Ronaldo. (AFP PHOTO / PATRICIA DE MELO MOREIRA)
Perjanjian itu terkait dugaan pemerkosaan oleh Ronaldo di Las Vegas pada 2009 silam. Kesepakatan tersebut mewajibkan Mayorga bungkam tentang insiden itu dengan imbalan bayaran sebesar €330 ribu atau sekitar Rp5,7 miliar.

"Tidak ada keraguan tentang keaslian dokumen tersebut, karena itu tidak ada perwakilan hukum Ronaldo yang mengangkatnya," tulis Der Spiegel dikutip dari AS.

Dalam dokumen itu, Crisitiano Ronaldo disebut menggunakan nama samaran 'Topher', yang juga diklarifikasi oleh para pengacara dalam dokumen itu.

Selain itu terdapat kuisioner yang dibuat pengacara Ronaldo tentang Kathryn Mayorga untuk dijawab oleh pemain asal Portugal tersebut. Lebih dari itu Der Spiegel menerbitkan laporan polisi yang diajukan beberapa jam setelah insiden.

Tetapi dalam laporan itu melalui telepon Kathryn Mayorga yang menangis menolak memberikan nama terduga penyerang tersebut. Kathryn hanya mengatakan penyerang merupakan tokoh publik dan seorang atlet. (sry/bac)