Sejak berusia dua tahun, Rizal Bagus Saktiono sudah ditinggal sang ayah Suryanto yang lebih dulu menghadap Tuhan. Sejak itu, ekonomi keluarganya melorot dan ia harus berjuang menyangga kehidupan keluarganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum jadi atlet saya bantu ibu jualan. Saya merasakan bagaimana rasanya jadi orang tak mampu. Dulu, kalau tidak ada latihan saya bantu ibu jualan minyak kayu putih," kata Riza usai menerima medali perak para atletik di nomor 200 meter T45/46/47 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/10).
Rizal Bagus pun langsung merasakan persaingan Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 di Jawa Barat.
Kiprahnya sebagai atlet berlanjut di ASEAN Para Games 2017 Malaysia. Kala itu, ia meraih satu perak di nomor 200 meter kategori T47 dan medali emas di nomor lari estafet 4x100 meter T42-47.
Medali emas nomor 200 meter diraih wakil China Hao Wang 21,71 detik dan perunggu direbut Ahmad Hojaghlou dari Iran dengan catatan waktu 22,53 detik. (ttf/sry)