Disanksi Komdis PSSI, Arema FC Klaim Rugi Rp5 Miliar

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 19:55 WIB
Disanksi Komdis PSSI, Arema FC Klaim Rugi Rp5 Miliar Arema FC mendapat sanksi (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Arema FC Iwan Budianto mengklaim pihaknya bisa mengalami kerugian sampai Rp5 miliar setelah mendapat hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Kamis (11/10).

Komdis PSSI menjatuhi hukuman larangan menjalani pertandingan kandang dan tandang dengan penonton di sisa musim Liga 1 2018 untuk Arema. Komdis PSSI menemukan sejumlah pelanggaran saat Arema menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, 6 Oktober lalu.

Iwan mengatakan dengan lima kandang tersisa di Liga 1 2018, Arema bisa mengalami kerugian hingga Rp5 miliar akibat sanksi dari Komdis PSSI. Kerugian itu terjadi dari penjualan tiket dan kegiatan sponsor.


"Sampai akhir musim saja mungkin sudah berpotensi kehilangan Rp5 miliar-an. Artinya sponsor yang masuk di setiap pertandingan kandang, baik melalui papan elektronik maupun aktivitas di sekitar stadion," ucap Iwan kepada CNNIndonesia.com pada Kamis sore.

Iwan Budianto memastikan Arema FC tidak akan melakukan banding hukuman Komdis PSSI.Iwan Budianto memastikan Arema FC tidak akan melakukan banding hukuman Komdis PSSI. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Hari ini kami masih terkejut dengan keputusan [Komdis PSSI] ini. Berat, tapi kami harus tegak kepala menerimanya," sambung Iwan.

Iwan juga mengaku akan segera berkomunikasi dengan para sponsor yang selama ini bekerja sama dengan Arema di kompetisi Liga 1 2018.

Arema FC mendapat hukuman berat karena ulah Aremania.Arema FC mendapat hukuman berat karena ulah Aremania. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Selain dihukum larangan menjalani pertandingan dengan penonton hingga akhir musim Liga 1 2018, Arema juga didenda Rp100 juta karena ulah Aremania yang menyalahkan suar dan melakukan pelemparan botol.

Meski mendapat hukuman berat dari Komdis PSSI, Iwan memastikan pihak Arema tidak akan melakukan banding.

"Kami tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter, utamanya Aremania, agar berubah menjadi lebih baik," ucap Iwan. (TTF/har)