Kemenpora: Keterlambatan Bonus Pelatih Hanya Masalah Teknis

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 17:14 WIB
Kemenpora: Keterlambatan Bonus Pelatih Hanya Masalah Teknis Imam Nahrawi sebut keterlambatan bonus pelatih hanya masalah teknis administrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyebut keterlambatan bonus untuk pelatih dan asisten pelatih di empat cabang olahraga Asian Games 2018 hanya masalah teknis administrasi.

Sebelumnya, para staf pelatih cabang olahraga sepak takraw, balap sepeda BMX, soft tenis, dan rowing, menyambangi kantor Kemenpora untuk mempertanyakan hak mereka tak kunjung dibayarkan.

"Karena SK (Surat Keputusan) yang dikeluarkan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) ke INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee) itu tidak disebut secara jelas dan spesifik sebagai pelatih, tapi ofisial," kata Imam di Kantor BAPPENAS, Selasa (16/10).


Saat ini Kemenpora sudah mengirimkan surat ke Pengurus Besar (PB) cabor untuk memastikan daftar ofisial tersebut. Sebab, pelatih, asisten pelatih, atau staf ofisial punya pendapatan yang berbeda.

"Alhamdulillah mayoritas cabor sudah menyerahkan itu dan sudah proaktif mengambil (bonus) ke kantor (Kemenpora). Tidak hanya pelatih, atlet pun ambil langsung ke kantor (Kemenpora) bila mana perlu verifikasi data. Sebab ini uang yang harus di detailkan syarat-syaratnya," ujar Imam.

Tim pelatih takraw di Asian Games 2018Tim pelatih takraw di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi)
Imam juga mempertanyakan, alasan empat cabor itu baru sekarang mengangkat isu keterlambatan bonus di media. Pasalnya, sejauh ini Imam mengaku terbuka untuk menerima kritik dan pertanyaan langsung baik via telepon atau melalui akun media sosial pribadinya.

"Saya akan buka ini. Kenapa mereka baru ambil sekarang? Karena yang lain sudah berarti ini ada soal-soal teknis administratif di level cabornya yang tidak proaktif ke Kemenpora."

"Kalau saya perintah berikan sekarang karena Pak Jokowi instruksikan seperti itu. Apakah ini dilaksanakan secara linier apa belum, itu yang harus dicari tahu. Yang jelas mayoritas sudah menerima," terang Imam.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) Asnawi Rahman membenarkan bonus pelatih dan asisten pelatih sepak takraw sudah tersedia di Kemenpora. Hanya saja, lanjut Asnawi, bonus tersebut belum diambil.

"Bawa KTP, ID card [Asian Games 2018], NPWP. Itu bonus sudah cair kok, dan saya sudah dikasih tahu. Tinggal orang yang bersangkutan saja yang ambil ke Kemenpora. Tidak boleh diwakili," ungkap Asnawi seraya memastikan uang bonus sudah ditransfer ke rekening masing-masing yang bersangkutan."

"Mekanisme pembayaran bonus atlet dan pelatih sudah ada namanya, pihak Kemenpora langsung membuatkan rekening. Yang bersangkutan harus registrasi untuk ambil rekeningnya dan tak bisa diwakilkan," terang Asnawi. (TTF/bac)