Sebelumnya, para staf pelatih cabang olahraga sepak takraw, balap sepeda BMX, soft tenis, dan rowing, menyambangi kantor Kemenpora untuk mempertanyakan hak mereka tak kunjung dibayarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah mayoritas cabor sudah menyerahkan itu dan sudah proaktif mengambil (bonus) ke kantor (Kemenpora). Tidak hanya pelatih, atlet pun ambil langsung ke kantor (Kemenpora) bila mana perlu verifikasi data. Sebab ini uang yang harus di detailkan syarat-syaratnya," ujar Imam.
Tim pelatih takraw di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi) |
"Saya akan buka ini. Kenapa mereka baru ambil sekarang? Karena yang lain sudah berarti ini ada soal-soal teknis administratif di level cabornya yang tidak proaktif ke Kemenpora."
"Kalau saya perintah berikan sekarang karena Pak Jokowi instruksikan seperti itu. Apakah ini dilaksanakan secara linier apa belum, itu yang harus dicari tahu. Yang jelas mayoritas sudah menerima," terang Imam.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) Asnawi Rahman membenarkan bonus pelatih dan asisten pelatih sepak takraw sudah tersedia di Kemenpora. Hanya saja, lanjut Asnawi, bonus tersebut belum diambil.
"Mekanisme pembayaran bonus atlet dan pelatih sudah ada namanya, pihak Kemenpora langsung membuatkan rekening. Yang bersangkutan harus registrasi untuk ambil rekeningnya dan tak bisa diwakilkan," terang Asnawi. (ttf/bac)
Tim pelatih takraw di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi)