Tontowi/Liliyana Akui Kualitas Lawan di Denmark Terbuka 2018

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 04:07 WIB
Tontowi/Liliyana Akui Kualitas Lawan di Denmark Terbuka 2018 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengalami kekalahan ketiga dari Zheng Siwei/Huang Yaqiong. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengakui kualitas ganda campuran China Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang mengalahkan mereka pada babak semifinal Denmark Terbuka 2018.

Tontowi/Liliyana dipastikan gagal meraih gelar juara Denmark Terbuka 2018 setelah kalah dalam laga tiga gim berdurasi 50 menit dari pasangan nomor satu dunia tersebut.
Setelah kalah telak di gim pertama dan menang dalam laga yang sengit di gim kedua, kesalahan sendiri menjadi salah satu faktor yang membuat Tontowi/Liliyana gagal menang di gim ketiga sekaligus memupuskan harapan meraih tiket ke partai final.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan keluarkan permainan terbaik, memang tidak mudah menghadapi lawan, harus lebih tenang. Kalau ketinggalan jauh kejarnya sulit, kalau mepet-mepet masih ada kans," kata Liliyana dilansir dari rilis resmi PBSI.

"Mereka mainnya cepat dan pukulannya bertenaga. Saat mereka menekan, tidak mudah arahkan bola ke mana. Waktu posisi tertekan, Huang-nya juga sigap. Sebetulnya strategi kami sudah masuk, waktu kedudukan 13-13 mereka goyang, tapi ada beberapa poin yang mereka gampang dapatnya dari kami. Mereka percaya diri lagi waktu kami kehilangan banyak poin," imbuh Tontowi.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal melangkah ke final Denmark Terbuka 2018.Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal melangkah ke final Denmark Terbuka 2018. (Humas PBSI)
Kegagalan menembus final Denmark Terbuka 2018 juga memastikan Tontowi/Liliyana gagal meraih gelar juara dalam salah satu turnamen bergengsi di Eropa tersebut. Sejak dipasangkan pada 2010 ganda campuran nomor satu Indonesia itu tidak berhasil meraih gelar di Denmark.

Liliyana mengakui targetnya saat ini dengan Tontowi tidak lagi menjadi juara. Berhasil masuk babak empat besar menjadi hasil yang dianggap maksimal bagi juara Olimpiade 2016 tersebut.


"Kami mencoba menikmati permainan, ada di titik ini saja, sampai semifinal kami sudah bersyukur. Kami tidak mau kalah dan beri perlawanan sengit, selama ini mereka menang mudah terus dari babak awal, kali ini mereka agak tegang juga. Ekspektasinya mau menang, tapi namanya permainan ya harus terima kekalahan," terang Liliyana.

Pada babak final Zheng/Huang akan menghadapi ganda campuran Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai yang mengalahkan wakil Korea Selatan Seung Jae Seo/Yu Jung Chae 21-16, 17-21, dan 21-16. (nva)


BACA JUGA