PSSI 'Jantungan' Tahu Egy dan Todd Cedera Jelang Lawan Jepang

CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 18:20 WIB
PSSI 'Jantungan' Tahu Egy dan Todd Cedera Jelang Lawan Jepang Egy Maulana Vikri diharapkan pulih saat menghadapi Jepang. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PSSI khawatir atas cedera otot yang menimpa gelandang Timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri dan Todd Rivaldo Ferre jelang lawan timnas Jepang U-19 dalam babak perempat final Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (28/10).

Sebelumnya dokter Timnas Indonesia U-19 Ifran Akhmad mengabarkan Egy cedera otot paha sedangkan Todd cedera otot betis. Hal ini diketahui usai Garuda Nusantara latihan pagi di Lapangan ABC GBK pada Jumat (26/10).

Mendengar hal itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria prihatin. Apalagi, bek Timnas Indonesia U-19 Nurhidayat juga tidak bisa bermain lawan Jepang akibat kartu merah lawan Uni Emirat Arab, Rabu (24/10).


"Kalau sudah hari gini, kami 'jantungan' juga. Ini tantangan pelatih. Masih ada dua hari untuk pemulihan [bagi] Egy dan Todd. Saya yakin [Egy dan Todd] cedera ringan," kata Tisha kepada CNNIndonesia.com.

"Ini tantangan Indra [Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-19] untuk lihat materi lain yang dia punya. Kemarin pun tim Indonesia lihat Jepang lawan Irak. Kami tahu timnya Jepang sama seperti uji coba beberapa waktu lalu, hanya bedanya sekarang ada [Takefusa] Kubo," katanya menambahkan.

Selain Egy, Todd Rivaldo Ferre juga tengah dibalut cedera.Selain Egy, Todd Rivaldo Ferre juga tengah dibalut cedera. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Timnas Indonesia U-19 pernah bertemu Jepang dalam ajang uji coba. Ketika itu Saddil Ramdani dan kawan-kawan dilatih Bima Sakti menggantikan Indra Sjafri yang dipecat PSSI setelah gagal di Piala AFF U-18 2017 dan kualifikasi Piala Asia U-19.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk Jepang.

Lebih lanjut, Tisha menilai timnas Jepang U-19 sudah berkembang sejak pertemuan uji coba.

"Tapi Indonesia pun berkembang, bukan seperti yang dulu. Mereka [Jepang] lebih berat bebannya karena mengemban titel juara bertahan [Piala Asia U-19 2016]. Tidak ada yang tidak mungkin, yang penting taktik dan strategi berjalan dengan baik," ucap Tisha. (map/sry)