Kisah Para Bomber Timnas Indonesia Jadi Top Skor Piala AFF

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 14:00 WIB
Kisah Para Bomber Timnas Indonesia Jadi Top Skor Piala AFF Budi Sudarsono, pemain Indonesia terakhir yang meraih gelar pencetak gol terbanyak di Piala AFF. (REUTERS/Crack Palinggi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia punya sejarah bagus dalam hal perburuan sepatu emas di ajang Piala AFF. Berikut barisan penyerang Timnas Indonesia yang pernah jadi pencetak gol terbanyak.

Bomber-bomber Timnas Indonesia pernah menguasai panggung perburuan gelar pencetak gol terbanyak pada era 2000-an. Timnas Indonesia bahkan sempat memegang rekor sebagai negara dengan gelar pencetak gol terbanyak (empat gelar), sebelum Teerasil Dangda yang tiga kali jadi topskor Piala AFF (2008, 2012, 2016) membuat Thailand lima kali meraih gelar pencetak gol terbanyak.

Berikut bomber-bomber Timnas Indonesia yang pernah meraih gelar pencetak gol terbanyak di Piala AFF:


Gendut Doni Christiawan (Piala AFF 2000)

Gendut Doni adalah bomber Indonesia pertama yang meraih gelar pencetak gol terbanyak di ajang Piala AFF, tepatnya di edisi tahun 2000. Gendut Doni ada dalam skuat Indonesia yang terbilang memiliki banyak bomber maut di Piala AFF 2000.

Saat itu, skuat Indonesia dihuni oleh Kurniawan Dwi Yulianto, Miro Baldo Bento, Rochy Putiray, dan Bambang Pamungkas. Di tengah kumpulan striker-striker bernaluri tinggi, Gendut Doni yang baru berusia 21 tahun mampu mencuat jadi striker paling subur.

Gendut Doni memulai perjalanan jadi pencetak gol terbanyak dengan torehan golnya di laga lawan Thailand yang berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Thailand.

Gendut Doni lalu meneruskan catatan golnya ke gawang Myanmar. Dua gol awal Gendut Doni mengawali kemenangan telak 5-0 di akhir pertandingan.
Gendut Doni jadi pemain Indonesia pertama yang meraih gelar pencetak gol terbanyak.Gendut Doni jadi pemain Indonesia pertama yang meraih gelar pencetak gol terbanyak. (REUTERS)
Gendut Doni makin bersinar di babak semifinal. Ia jadi inspirator kemenangan 3-2 atas Vietnam. Gendut Doni mencetak dua gol, termasuk gol penentu kemenangan di menit ke-120.

Sayang, ketajaman Gendut Doni tak terlihat di babak final. Indoensia kalah 1-4 dari Thailand di laga puncak.

Bambang Pamungkas (Piala AFF 2002)

Nama Bambang Pamungkas bersinar di Piala AFF 2002 saat Indonesia jadi tuan rumah. Setelah menorehkan nama besar di level nasional bersama Persija, Bambang Pamungkas unjuk gigi bersama Timnas Indonesia.

Usai gagal mencetak gol di laga pertama lawan Myanmar, Bepe mencetak hattrick pada laga lawan Kamboja. Hattrick Bambang membuat Indonesia bangkit dan menang 4-2 setelah sebelumnya tertinggal 1-2.

Bepe absen mencetak gol pada laga lawan Vietnam yang berakhir dengan skor 2-2, namun Bepe kemudian menorehkan quattrick pada laga lawan Filipina. Gol Bepe mewarnai kemenangan besar 13-1 atas Filipina.

Bepe lalu jadi pahlawan kemenangan Indonesia atas Malaysia saat ia mencetak gol kemenangan di menit ke-75.

Delapan gol yang dicetak Bambang mengantarnya jadi pencetak gol terbanyak. Namun Indonesia gagal di laga final setelah kalah adu penalti 2-4 lawan Thailand. Bambang sendiri sukses menjalankan tugasnya dalam drama adu penalti.
Ketajaman Bambang Pamungkas membuatnya jadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2002.Ketajaman Bambang Pamungkas membuatnya jadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2002. (Foto: REUTERS)

Ilham Jaya Kesuma (Piala AFF 2004)

Sukses jadi pencetak gol terbanyak Liga Indonesia membuat striker Persita Tangerang, Ilham Jaya Kesuma tidak bisa dikesampingkan dalam pemilihan pemain untuk Piala AFF 2004. Ilham pun membuktikan pilihan tersebut tidak salah.

Ilham mencetak dua gol ke gawang Laos (menang 6-0) dan dilanjutkan gol ke gawang Vietnam (3-0). Ilham lalu menyudahi perjalanan di babak penyisihan dengan hattrick ke gawang Kamboja yang mengantar Indonesia menang 8-0.

Ilham juga turut berperan dalam kebangkitan Indonesia di babak semifinal. Indonesia sempat kalah 1-2 di Jakarta pada leg pertama dalam duel lawan Malaysia. Namun kemudian Indonesia lolos ke babak final berkat kemenangan 4-1 di Kuala Lumpur. Ilham menyumbang satu gol di laga tersebut.

Tetapi gelar topskor lagi-lagi tak berjodoh dengan gelar juara untuk Timnas Indonesia. Di babak final, Indonesia kalah 1-3 dari Singapura di Jakarta, kemudian kembali tumbang 1-2 di Singapura.
Ilham Jaya Kesuma tampil brilian di Piala AFF 2004.Ilham Jaya Kesuma tampil brilian di Piala AFF 2004. (AFP PHOTO/HOANG DINH Nam)

Budi Sudarsono (Piala AFF 2008)

Budi Sudarsono melanjutkan performa apik bomber Indonesia di ajang Piala AFF. Budi mencetak gol pada laga perdana melawan Myanmar yang berakhir dengan skor 3-0.

Budi kembali mencetak gol ke gawang Kamboja. Hattrick Budi membuat Timnas Indonesia menang 4-0. Setelah mencetak empat gol di babak penyisihan, Budi gagal melanjutkan catatan golnya di fase knock-out.

Timnas Indonesia sendiri akhirnya tersingkir di tangan Thailand. Budi dan kawan-kawan kalah 0-1 di Jakarta dan kemudian tumbang 1-2 di Bangkok. (ptr)