Edy Soal Timnas Indonesia di Piala AFF: Saya Sibuk

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 15:45 WIB
Edy Soal Timnas Indonesia di Piala AFF: Saya Sibuk Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi enggan mengomentari soal kegagalan Timnas Indonesia ke babak semifinal Piala AFF 2018 dan mengatakan ia sedang sibuk. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi enggan mengomentari soal kegagalan Timnas Indonesia ke babak semifinal Piala AFF 2018 dan mengatakan ia sedang sibuk.

"Capek saya, saya sedang capek," kata Edy saat diwawancarai usai salat Jumat di Masjid Agung Medan, Jumat 23 November 2018.

Saat disinggung kembali soal itu, Edy langsung berlalu pergi dan mengaku sedang sibuk.


"Saya sibuk, sudah ya," urai Gubernur Sumatera Utara itu.

Sebelumnya sempat beredar di media sosial video Edy Rahmayadi menjawab pertanyaan wartawan terkait evaluasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Ia juga terkesan enggan menjawab pertanyaan tersebut.

"Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, pasti timnasnya baik," demikian jawab Edy kemudian tersenyum dalam rekaman video yang beredar luas di Twitter.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Imam Nahrawi juga sebelumnya enggan menjawab soal kegagalan Timnas Indonesia dan meminta Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menjawabnya.

"Tanya Ketua Umumnya [PSSI, Edy Rahmayadi] saja, saya ingin tunggu responsnya seperti apa," kata Menpora kepada para awak media.

Seperti diketahui, Skuat Merah Putih gagal lolos ke babak semifinal Piala AFF 2018 setelah duel Filipina vs Thailand berakhir imbang 1-1 di Stadion Panaad, Bacolod, Rabu (21/11).

Hasil pertandingan tersebut membuat Thailand dan Filipina sama-sama mengantongi tujuh poin. Catatan poin itu tak akan mungkin bisa dijangkau oleh Timnas Indonesia yang baru mengoleksi tiga poin dengan satu laga tersisa.

Kegagalan tahun ini menambah daftar panjang catatan buruk Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Selain tidak pernah merasakan juara, Indonesia sebelumnya sudah tiga kali gagal di fase grup yakni pada 2007, 2012, dan 2014. (fnr/jun)