Polisi Minta Jakmania Jadi Teladan di Persija vs Mitra Kukar

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 18:28 WIB
Polisi Minta Jakmania Jadi Teladan di Persija vs Mitra Kukar Polda Metro Jaya ingin Jakmania jadi contoh. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya meminta agar suporter Persija Jakarta, The Jakmania, menjadi contoh saat tim kesayangannya menjamu Mitra Kukar dalam pertandingan pamungkas Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (9/12).

Pihak kepolisian berharap Jakmania dan suporter Persija lainnya bisa mengikuti aturan yang ada serta menghindari setiap larangan bagi penonton.

"Jadi [Jakmania harus] memberikan teladan, [jadi] contoh bagaimana untuk memberikan dukungan, motivasi bagi timnya yang baik dengan tidak melakukan kegiatan yang dilarang," kata Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (7/12).


Argo juga mengimbau agar suporter tidak membawa sajam dan merusak fasilitas umum. Ia ingin suporter sepak bola lebih menjaga sikap jika nantinya salah satu tim menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut.

"Menang jangan euforia berlebihan dan kalau kalah juga jangan melakukan kegiatan yang tidak diperbolehkan oleh aturan. Kita semuanya harus lakukan kegiatan ini dengan sportivitas tinggi," ungkap dia.

Persija akan melawan Mitra Kukar dalam pertandingan penentuan gelar juara Liga 1 2018.Persija akan melawan Mitra Kukar dalam pertandingan penentuan gelar juara Liga 1 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Penonton tidak disarankan untuk membawa petasan dan barang-barang yang tidak diizinkan dibawa masuk ke dalam stadion," lanjut dia.

Sementara dari segi pengamanan, sedikitnya ada 3.000 personel polisi yang dikerahkan untuk menjaga lokasi. Polisi juga melakukan pengawalan dari hotel hingga menuju Gelora Bung Karno (GBK).

"Kita kawal sampai GBK, dan sebaliknya. Anggota juga ditempatkan di sekitar stadion GBK termasuk lingkaran dan pintu masuk GBK, serta di sekitar stadion. Ada empat ring di sana kita libatkan semua," ucapnya.

Terakhir, dari segi lalu lintas Argo menuturkan bakal ada sejumlah rekayasa lalu lintas di lapangan untuk mengatur keramaian. Namun pengaturan akan bersifat fleksibel tergantung situasi.

"Untuk pengalihan arus juga kita situasional di sana. Kalau kita harus alihkan ya alihkan, kalau tidak ya kita contra-flow, atau buka tutup. Teknis dan taktis di lapangan," tutupnya. (ctr/bac)