Belakangan ini Edy sering dibully karena tak malu-malu berkomentar nyeleneh kepada media. Salah satu risakan netizen kepada Edy adalah komentar Gubernur Sumatera Utara itu yang tidak ingin mundur dari jabatan di PSSI.
Ia bersikukuh untuk bertahan hingga 2020, sedangkan sebagian khalayak sepak bola menuntut prestasi usai Timnas Indonesia senior gagal juara di tahun ini. Gatot berharap di masa mendatang Edy Rahmayadi bisa berubah dan tidak mendapat rundungan dari netizen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mundur atau tidak dari jabatan Ketua Umum PSSI, lanjut Gatot, menjadi hak Edy Rahmayadi.
Gatot S. Dewa Broto berharap Edy Rahmayadi lebih bijak dalam memberikan pernyataan. (M. Arby Rahmat Putratama H) |
Sontak komentar itu membuat geger dunia maya sepak bola Indonesia. Gatot pun mengetahui pendapat Edy itu dari media sosial.
"Itu konteksnya lain, seorang pemimpin agama punya tanggung jawab yang lain. Ini sudah lain relevansi. Jangan diada-adakan, jangan dipaksakan, mungkin tujuan beliau [berkata seperti itu adalah merujuk kepada] moralitas," ucap Gatot.
Edy Rahmayadi kembali mendapat risakan dari para netizen terkait komentarnya baru-baru ini yang tersebar di media sosial. Dalam video yang beredar di Instagram, ia mengomentari pertanyaan terkait upaya PSSI memberantas kasus pengaturan skor.
"Begitu luasnya Indonesia, kita mempunyai 34 provinsi. Kalau Belgia, naik sepeda motor bisa keliling Belgi. Tapi di Indonesia, naik pesawat pun dari Medan menuju Papua, sama dengan dari Medan naik Haji ke Makkah."
"Begitu panjangnya geografis Indonesia. Begitu beragamnya kita, begitu sulit mengawasi itu. Ke depan perlu diperbanyak guru ngaji dan pendeta, supaya benar-benar ikhlas termasuk wartawannya," ujar Edy Rahmayadi. (map/bac)
Gatot S. Dewa Broto berharap Edy Rahmayadi lebih bijak dalam memberikan pernyataan. (M. Arby Rahmat Putratama H)