Persija Bisa Raup Rp5 Miliar Ketika Main di SUGBK

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 16:05 WIB
Persija Bisa Raup Rp5 Miliar Ketika Main di SUGBK Laga kandang Persija musim ini tak selalu berlangsung di SUGBK karena sejumlah faktor. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade menyebut Macan Kemayoran bisa mengantongi hingga Rp5 Miliar setiap kali memainkan laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.

Gede menyatakan jumlah itu tercatat selama Persija menggelar pertandingan saat tampil di Piala Presiden dan Piala AFC awal 2018 lalu.

"Pada pertandingan kandang waktu final di Piala Presiden sama waktu lawan JDT (Johor Darul Ta'zim) bisa dapat Rp4,5 sampai Rp5 miliar. Tapi di liga, enggak lah," kata Gede melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/12).


Selama 2018, Persija terhitung sembilan kali menjadikan SUGBK sebagai kandang. Laga pertama dimainkan saat menjamu Bali United di final Piala Presiden (17/2), dilanjutkan saat menghadapi Tampines Rovers di Piala AFC, (28/2) lalu, Song Lam Nghe An (16/3), Arema FC (31/3), JDT (10/4), Borneo FC (14/4), Madura United (12/5), Home United (15/5), Sriwijaya (24/11) dan Mitra Kukar (9/12).

Menurut Gede, kehadiran Jakmania yang datang memenuhi stadion pada laga kandang Persija di SUGBK tak lepas dari sosok pemain bintang yang ada saat ini. Termasuk Bambang Pamungkas yang masih setia bersama Tim Ibu Kota meski jarang tampil sebagai pemain utama pilihan pelatih Stefano Cugurra Rodriguez.

SUGBK selalu dipenuhi Jakmania bila Persija Jakarta menggelar laga kandang di tempat tersebut.SUGBK selalu dipenuhi Jakmania bila Persija Jakarta menggelar laga kandang di tempat tersebut. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Bambang itu ikon. Tidak main saja orang nonton semua. Satu stadion harganya Rp4,5 sampai Rp5 miliar. Nah, kalau Bambang hilang bagaimana?" ujar Gede menanggapi isu pensiun pemain yang akrab disapa Bepe itu.

Musim depan, Gede belum bisa memastikan Persija bisa menjadikan SUGBK sebagai kandang. Ia masih harus menunggu jadwal baru kompetisi 2019 yang belum dikeluarkan operator kompetisi. Liga 1 2019 baru akan dimulai usai Pemilihan Umum (Pemilu) selesai April 2019.

Meski demikian, Gede tetap meminta tim untuk fokus pada gelaran Piala Indonesia yang saat ini masih terus bergulir.

Rencananya Manajemen Persija baru akan memberikan waktu libur kepada para pemain setelah melawan Bogor FC pada Piala Indonesia di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Rabu (12/12). Libur Persija akan berlaku pada 15 Desember sebelum akhirnya mereka kembali berkumpul pada Januari.

"Pasti kami akan evaluasi. Tidak cuma kompetisi, tapi semuanya. Tidak kalah penting Liga Champions Asia itu Februari, kontrak pemain hampir 80 persen 2 tahun, jadi pelatih tidak terlalu risau," ujar Gede. (TTF/ptr)