Alasan Tak Ada Hadiah Juara Liga 1 2018 untuk Persija

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 17:42 WIB
Alasan Tak Ada Hadiah Juara Liga 1 2018 untuk Persija Persija dipastikan tak mendapat hadian usai juara Liga 1 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigor Shalomboboy mengatakan tidak ada hadiah khusus bagi Persija Jakarta sebagai juara Liga 1 2018.

Menurut Tigor hal tersebut merupakan keputusan bersama yang dibuat berdasarkan hasil dari RUPS [Rapat Umum Pemegang Saham] pada Maret 2018 atau sebelum Liga 1 musim ini digelar.

Tigor menyebut saat itu klub yang menjadi bagian dari anggota RUPS menyetujui keputusan tersebut. Keputusan lain dari RUPS 2018 yakni tidak adanya pembagian share ranking dan rating televisi.


Tidak adanya pembagian share ranking itu merupakan sesuatu yang berbeda dibanding musim sebelumnya. Share ranking ini merupakan pembagian keuntungan hak siar kepada klub berdasarkan hasil peringkat dan rating di televisi.

"Klub yang bersepakat, tapi klub tidak tahu, kan susah. Klub jangan menolak lupa. Sebenarnya ini kan keputusan di RUPS kemarin. Klub pasti punya catatan, ini berdasarkan hasil RUPS yang disepakati bersama," ucap Tigor melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/12).

"Seingat saya tahun ini memang disepakati tidak ada hadiah karena ada kontribusi yang bertambah itu dari Rp5 miliar ke Rp7,5 miliar," Tigor menambahkan.

Jumlah Rp5 miliar yang dimaksud yakni subsidi yang dibagikan rata kepada 18 klub peserta Liga 1 dan itu sudah lunas dibayarkan PT LIB. Sedangkan Rp2,5 miliar merupakan tambahan subsidi dari komponen biaya pembinaan, elite akademi, elite pro, dan pembinaan usia muda yang saat ini masih dalam proses pencairan. Kemungkinan dana Rp2,5 miliar itu baru dibayarkan pada 2019.

Tigor bingung klub lupa dengan tidak adanya hadiah untuk juara Liga 1 2018.Tigor bingung mendengar klub lupa dengan tidak adanya hadiah untuk juara Liga 1 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
PT LIB juga sebenarnya masih punya utang pada 2017 yang belum dibayarkan kepada klub, yakni pembagian hasil share rating dan ranking televisi. Utang itu rencananya juga bakal dibayarkan pada 2019.

"Hadiah, rating dan ranking 2017 itu kalau tidak salah akan dibayarkan di 2019 dan itu sudah disepakati semua. Belum selesai, kami memang masih punya utang ke klub, itu pun karena ada sponsor kami tahun lalu, tvOne, yang tidak bayar kan? Jadi kami minus di situ," jelasnya.

Saat ini, LIB masih menunggu pemasukan dari beberapa sponsor yang belum terbayarkan. LIB juga dipastikan kehilangan satu pemasukan dari sponsor yang memilih mundur di awal musim, Traveloka.

"Share rating dan ranking tahun ini tidak ada dan ini sudah disepakati semua klub. Untuk pembayaran subsidi tambahan Rp2,5 miliar kita lihat cash flow-nya dulu. Kami menunggu RUPS selanjutnya. Sebelum RUPS, kami akan lebih dulu ketemu PSSI, lalu ketemu klub untuk membicarakan musim depan, baru setelah itu RUPS," terang Tigor.

Sebelumnya, Direktur Utama Persija Gede Widiade mengaku tidak mengetahui soal adanya hadiah bagi juara Liga 1 2018. Selama ini Persija hanya rutin menanyakan soal jadwal pasti kompetis kepada pihak operator, LIB.

"Kami tidak pernah menanyakan soal hadiah. Kami juga tidak tahu, ada atau tidaknya hadiah itu. Coba ditanyakan ke LIB," kata Gede. (TTF/sry)