Maman: Riedl Maklumi Kesalahan Saya di Final Piala AFF 2010

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 20:21 WIB
Maman: Riedl Maklumi Kesalahan Saya di Final Piala AFF 2010 Maman (ketiga dari kanan) klaim Alfred Riedl maklumi kesalahannya di final Piala AFF 2010. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan bek Timnas Indonesia, Maman Abdurrahman, menyebut pelatih Alfred Riedl memaklumi kesalahan yang dibuatnya di final Piala AFF 2010.

Maman yang kini bermain untuk Persija Jakarta mengakui membuat kesalahan fatal di final Piala AFF 2010. Akan tetapi bagi Maman itu murni kesalahan teknis di dalam pertandingan.

Secara tidak langsung Maman juga menyebut pelatih Timnas Indonesia saat itu, Alfred Riedl, memaklumi kesalahan yang dibuatnya.


"Alfred bilang setiap pemain bisa saja melakukan kesalahan. Dan saya sangat menyesali [kesalahan itu] pastinya," ujar Maman dalam konferensi pers bersama APPI, Kamis (20/12).

Dalam tayangan talkshow Mata Najwa di Trans 7 pada Rabu (19/12) malam, mantan manajer Timnas Indonesia Andi Darussalam Tabusalla menyebut Maman seharusnya bisa mengamankan bola sebelum Malaysia membobol gawang Marcus Horison.

Akan tetapi Andi Darussalam yang akrab disapa ADS itu menilai Maman cenderung menunggu seolah membiarkan pemain Malaysia mengejar bola dan mencetak gol.

Maman merasa difitnah dengan tudingan dari netizen.Maman merasa difitnah dengan tudingan dari netizen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pernyataan ADS yang tersebar lewat pemberitaan membuat pecinta sepak bola Indonesia berang dan menyerang akun Instagram Maman. Maman mengaku terkejut dengan tuduhan yang dialamatkan netizen kepadanya.

"Pertama kali saya lihat di komentar Instagram, saya kaget. Saya difitnah," ungkap Maman.

Andi Darussalam yang ikut dalam konferensi pers itu mengatakan secara pribadi Maman telah mengakui membuat kesalahan fatal.

"Saya klarifikasi, saya tidak pernah menuduh Maman terlibat suap. Tapi benar Maman melakukan kesalahan secara teknis dan fatal, dia juga menyadari itu," ucap Andi Darussalam.

Sementara itu, Presiden APPI Firman Utina meminta agar pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus pengaturan skor yang terjadi di sepak bola Indonesia. Mantan pemain Bhayangkara FC itu tak ingin isu pengaturan skor membuat takut pemain untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.

"Kami memang gagal [di Piala AFF 2010], tapi kami bukan pecundang. Kami memang gagal, tapi kami bukan jadi pengkhianat bangsa," ujar Firman. (TTF/jun)