Jorge Lorenzo Senang Jalani Balapan Bersama Ducati

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 01:30 WIB
Jorge Lorenzo Senang Jalani Balapan Bersama Ducati Jorge Lorenzo meraih tiga gelar juara seri bersama Ducati. (REUTERS/Heino Kalis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Lorenzo mengaku telah menjalani balapan yang menyenangkan bersama Ducati dalam MotoGP 2017 dan 2018 kendati tidak berhasil meraih gelar juara dunia.

Setelah hengkang dari Yamaha, Lorenzo memilih Ducati sebagai tim baru pada dua tahun silam. Tidak ada hasil apik yang diraih pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP itu pada musim pertama bersama tim asal Italia itu.

Bahkan pada awal musim kedua keadaan tidak berubah sampai Lorenzo berhasil menjadi juara di MotoGP Italia 2018. Setelah sukses di Italia, Lorenzo kembali berjaya di MotoGP Catalonia.


Berada di luar posisi lima besar pada MotoGP Belanda dan Jerman, Lorenzo kemudian meraih posisi runner up di MotoGP Ceko dan kembali menjadi juara di MotoGP Austria.

Namun kegemilangan bersama Ducati tidak berlanjut lantaran Lorenzo mengalami cedera di MotoGP Aragon.

"Itu sangat spesial karena setelah satu setengah musim berjuang tanpa keberuntungan, saya rasa kemenagnan perdana seharusnya terjadi di Misano tahun lalu. Ketika kami benar-benar meraih kemenangan, kami sungguh menikmatinya," kata Lorenzo dikutip dari Autosport.

Jorge Lorenzo Senang Jalani Balapan Bersama DucatiJorge Lorenzo menjalani dua tahun bersama Ducati. (REUTERS/Toru Hanai)
"Kami mengulanginya di Barcelona dengan beragam keuntunan, tempat kedua di Brno dan kemenangan ketiga di Austria ketika menang atas Marc [Marquez]. Dalam dua bulan kami menjadi yang terbaik. Saya merasa sebagai raja dan hanya kesialan yang menghentikan kami dari meraih kemenangan dan podium," sambung pebalap yang musim depan membela Honda.

Bangga bisa meraih gelar juara seri bersama Ducati karena merasa mampu mengendalikan motor Desmosedici yang disebut sebagai tunggangan komplet, Lorenzo merasa belum menunaikan tugas dengan baik karena gagal mengulang kesuksesan Ducati bersama Casey Stoner.

"Anda harus merasa sedih karena tantangan sesungguhnya, berupaya meraih juara dunia seperti Casey di tahun 2007 tidak dapat terlaksana. Kami memiliki potensi, mungkin kami bisa melakukannya jika memiliki waktu lebih. Saya yakin jika bisa bersama tim, saya bisa kompetitif sejak balapan pertama. Tapi ini tidak mungkin dilakukan," tukas Lorenzo. (nva/jun)