Inter Dihukum Tanpa Suporter, Liga Italia Tetap Berlanjut

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 14:06 WIB
Inter Dihukum Tanpa Suporter, Liga Italia Tetap Berlanjut Kalidou Koulibaly (kanan) mendapat serangan rasial dari penonton di Stadion Giuseppe Meazza. (REUTERS/Alberto Lingria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Insiden dalam laga antara Inter Milan dan Napoli berbuntut hukuman bertanding bagi La Beneamata tidak membuat liga Italia dihentikan pada akhir pekan mendatang.

Duel antara Nerazzurri dan Partenopei yang berlangsung dalam atmosfer panas di luar stadion. Selain satu orang suporter Inter tewas, empat suporter Napoli menjadi korban penusukan.

Sementara di dalam stadion suporter, bek Napoli Kalidou Koulibaly mendapat serangan verbal berupa yel-yel rasialis dari fan Inter.


Koulibaly disebut merasa frustrasi karena hampir sepanjang pertandingan para pendukung La Beneamata merundungnya dengan yel bernada rasis. Bahkan dilaporkan bahwa ia diteriaki dengan sebutan monyet.

Kejadian tersebut membuat Inter mendapat hukuman menjalani laga kandang tanpa suporter ketika menghadapi Sassuolo dan Bologna di liga Italia yang akan berlangsung Januari 2019.

Terpisah dari hukuman yang diberi operator liga, Empoli juga mengumumkan tidak menjual tiket tandang kepada pendukung Inter dalam laga yang akan berlangsung di Stadion Carlo Castellani, Sabtu (29/12).

Joao Mario berhadapan dengan Kalidou Koulibaly dalam laga Inter Milan vs Napoli.Joao Mario berhadapan dengan Kalidou Koulibaly dalam laga Inter Milan vs Napoli. (REUTERS/Alberto Lingria)
Presiden FIGC Gabriele Gravina yang sempat menyebutkan akan menunda laga Serie A lantaran kejadian di San Siro memastikan matchday ke-20 akan tetap berlangsung pada akhir pekan ini.

"Pertandingan hari Sabtu akan tetap berlangsung, akan ada pertandingan reguler. Kejuaraan tidak akan berhenti. Pertandingan selanjutnya akan tetap dimainkan, keputusan diambil dengan persetujuan dari federasi. Kami tidak akan berhenti menghadapi siapapun yang ingin meracuni dunia kami," ucap Gravina dikutip dari SkySports.

"Harus ada garis yang tegas tapi juga saya mengundang siapapun untuk menghargai peraturan itu. Kami sangat berterima kasih kepada Menteri Dalam Negeri atas apa yang telah dilakukan untuk memastikan keamanan, seiring dengan telah tertangkapnya tiga orang," sambungnya.

Permohonan Maaf Wali Kota Milan

Mengenai teriakan rasial kepada Koulibaly, Wali Kota Giuseppe Sala meminta maaf kepada pemain Senegal itu.

"Teriakan yang ditujukan kepada Koulibaly sangat memalukan. Tindakan memalukan terhadap atlet sejati yang bangga dengan warna kulitnya," kata Sala.

"Saya meminta maaf kepada Kalidou Koulibaly atas nama saya sendiri dan atas nama orang-orang Milan yang bersaksi tentang perasaan bersaudara dalam masa sulit ini," sambungnya. (nva/bac)