Dejan Lovren Korban Strategi Liverpool di Piala FA

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 08:13 WIB
Dejan Lovren Korban Strategi Liverpool di Piala FA Dejan Lovren ditarik keluar pada menit keenam karena cedera hamstring. (REUTERS/Darren Staples)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekalahan dari Wolverhampton Wanderers di babak ketiga Piala FA tidak saja membuat Liverpool tersingkir tetapi juga memakan korban.

Bek Dejan Lovren yang awalnya dipasangkan dengan Fabinho mengalami cedera hamstring dalam laga tersebut dan harus digantikan dengan pemain muda 16 tahun Ki-Jana Hoever pada menit keenam.

Menurut Manajer Liverpool, Juergen Klopp, ia terlalu memaksakan Lovren bermain melawan Wolverhampton. Padahal pemain asal Kroasia itu sudah tampil dalam enam laga beruntun terakhir The Reds.


"Dejan tidak tidak ada dalam rencana. Dia seharusnya hanya ada di bangku cadangan. Tetapi apa yang terjadi? Dan kami membuat perubahan lagi," ujar Klopp dikutip dari Sky Sports.

"Dejan telah memainkan banyak pertandingan dalam tiga atau empat minggu terakhir. Hampir di semua pertandingan. Itulah sebabnya [awalnya] dia tidak [akan] dilibatkan melawan Wolverhampton," Klopp menambahkan.

Liverpool diklaim banyak kehilangan bola saat lawan Wolverhampton.Liverpool diklaim banyak kehilangan bola saat lawan Wolverhampton. (REUTERS/Darren Staples)
Hanya saja, Klopp terpaksa melakukan perubahan dengan memainkan Lovren karena enggan mendapat tudingan tidak menghormati Piala FA jika memainkan pemain muda. Meskipun manajer asal Jerman itu punya kesempatan menurunkan Hoever dan Fabinho sejak awal.

"Yang saya dengar Lovren cedera hamstring, tanpa ada tanda-tanda apa pun sebelumnya. Saya bertanya kepada semua orang [sebelum pertandingan] tidak ada tanda-tanda [cedera]. Jadi itu keputusan yang harus Anda buat," ucap Klopp.

Saat ditanya sampai kapan Lovren harus beristirahat, Juergen Klopp belum bisa memastikannya. Pada awal musim ini Lovren juga mengalami cedera dan absen dalam enam laga awal karena cedera panggul.

Mengenai permainan timnya melawan Wolverhampton, Klopp mengakui Liverpool terlalu mudah kehilangan bola.

"Semua orang di lapangan bersusah payah melawan angin, dengan mengontrol bola, dan sentuhan pertama sering tidak baik," tutur Klopp. (sry)