Nova: Lebih Sulit Melatih daripada Main di Timnas Indonesia

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 16:20 WIB
Nova: Lebih Sulit Melatih daripada Main di Timnas Indonesia Nova Arianto menjadi salah satu pelatih Timnas Indonesia U-22. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pemain Timnas Indonesia yang kini menjadi asisten pelatih Indra Sjafri, Nova Arianto, menyebut lebih sulit melatih ketimbang bermain untuk Tim Garuda.

PSSI menunjuk Nova sebagai asisten pelatih mendampingi Indra Sjafri di Timnas Indonesia. Di pekan ketiga pemusatan latihan, Nova mengambil alih posisi pelatih lantaran Indra Sjafri harus menjalani kursus kepelatihan pelatih Pro-AFC di Spanyol selama sepekan ke depan.

Nova mengaku beban yang ditanggung seorang pelatih disebutnya lebih berat dari seorang pemain sepak bola.


"Kalau kendala tidak ada, saya terbiasa melatih di klub juga. Mungkin beda rasa saja, ada kebanggaan yang menurut saya itu berbeda saat di klub," kata Nova usai menajalni latihan bersama Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Senin (21/1).

"Lebih sulit melatih pasti. Bebannya lebih berat," imbuh sosok yang musim lalu melatih klub Lampung Sakti di Liga 3.

Bagi Nova, para pemain masa kini memiliki kualitas yang cukup baik dan merata, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan kedisiplinan.

Nova Arianto Akui Lebih Sulit Melatih Daripada Main di TimnasNova Arianto (kanan) ketika masih berkostum Pelita Bandung Raya. (Antara/Nyoman Budhiana)
"Pemain sekarang harus belajar sama pemain-pemain yang dulu. Tapi soal kualitas, mereka punya kualitas yang sama. Disiplin di luar lapangan, disiplin dalam latihan mereka harus lebih banyak belajar lagi. Selama dua minggu ini anak-anak cukup baik masalah disiplin," jelas mantan bek Persib Bandung itu.

Khusus di posisi bek, Nova menyebut nama Andi Setyo Nugroho yang dianggap memiliki postur tubuh yang bagus dan diharapkan bisa menjadi bek andalan Timnas Indonesia di masa yang akan datang.

"Posisi bek saya melihat hampir merata kemampuannya. Tapi saya sedikit fokus ke Andi karena dia punya postur cukup baik dan saya ingin tingkatkan kemampuan dia di sini," tuturnya.

Nova Arianto Akui Lebih Sulit Melatih Daripada Main di TimnasSuasana latihan Timnas Indonesia U-22 di Stadion Madya, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana)
Memasuki pekan ketiga pemusatan latihan, para pemain Timnas Indonesia saat ini sudah masuk dalam tahap persiapan umum jelang ke Piala AFF 2019 di Kamboja yang dimulai sejak 17 Februari mendatang.

Program latihan masih difokuskan ke masalah fisik pemain dengan memberikan materi kekuatan dan daya tahan pemain sesuai arahan dari Indra Sjafri. Dari segi teknik, Indra Sjafri menitipkan ke Nova untuk konsentrasi pada masalah umpan.

"Pemahaman pemain tentang filosofi bermain yang diinginkan Coach Indra itu saya kira masih belum dan itu yang kita fokuskan. Tapi sebelumnya kita bentuk kondisi fisik pemain dulu setelah itu baru kita masuk ke taktik," ujarnya.

Dari 30 pemain yang ada saat ini, nantinya bakal kembali ada pengurangan untuk membentuk tim inti yang dihuni 23 pemain saja. Kepastian 23 pemain tersebut baru bakal diumumkan sepekan sebelum keberangkatan tim ke Kamboja yang direncanakan pada 14 Februari mendatang.

"Kita lihat setiap minggunya, kalau ada pemain yang menurut kami masih jauh dari harapan yang diinginkan Coach Indra bisa dalam seminggu keluar satu atau dua pemain. Tapi kepastiannya masih menunggu Coach Indra," terang Nova. (nva/jun)