PSSI menunjuk Nova sebagai asisten pelatih mendampingi Indra Sjafri di Timnas Indonesia. Di pekan ketiga pemusatan latihan, Nova mengambil alih posisi pelatih lantaran Indra Sjafri harus menjalani kursus kepelatihan pelatih Pro-AFC di Spanyol selama sepekan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih sulit melatih pasti. Bebannya lebih berat," imbuh sosok yang musim lalu melatih klub Lampung Sakti di Liga 3.
Nova Arianto (kanan) ketika masih berkostum Pelita Bandung Raya. (Antara/Nyoman Budhiana) |
Khusus di posisi bek, Nova menyebut nama Andi Setyo Nugroho yang dianggap memiliki postur tubuh yang bagus dan diharapkan bisa menjadi bek andalan Timnas Indonesia di masa yang akan datang.
"Posisi bek saya melihat hampir merata kemampuannya. Tapi saya sedikit fokus ke Andi karena dia punya postur cukup baik dan saya ingin tingkatkan kemampuan dia di sini," tuturnya.
Suasana latihan Timnas Indonesia U-22 di Stadion Madya, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana) |
Program latihan masih difokuskan ke masalah fisik pemain dengan memberikan materi kekuatan dan daya tahan pemain sesuai arahan dari Indra Sjafri. Dari segi teknik, Indra Sjafri menitipkan ke Nova untuk konsentrasi pada masalah umpan.
"Pemahaman pemain tentang filosofi bermain yang diinginkan Coach Indra itu saya kira masih belum dan itu yang kita fokuskan. Tapi sebelumnya kita bentuk kondisi fisik pemain dulu setelah itu baru kita masuk ke taktik," ujarnya.
"Kita lihat setiap minggunya, kalau ada pemain yang menurut kami masih jauh dari harapan yang diinginkan Coach Indra bisa dalam seminggu keluar satu atau dua pemain. Tapi kepastiannya masih menunggu Coach Indra," terang Nova. (ttf/nva/jun)
Nova Arianto (kanan) ketika masih berkostum Pelita Bandung Raya. (Antara/Nyoman Budhiana)
Suasana latihan Timnas Indonesia U-22 di Stadion Madya, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana)