Pelatih Timnas Indonesia McMenemy Akui Kontak Sandy Walsh

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 19:08 WIB
Pelatih Timnas Indonesia McMenemy Akui Kontak Sandy Walsh Simon Mcmenemy akui sudah kontak Sandy Walsh. (REUTERS/Toussaint Kluiters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy mengakui telah melakukan komunikasi dengan pemain berdarah Belanda-Indonesia, Sandy Walsh.

Sandy Walsh memang sudah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi Warga Negara Indonesia [WNI] dan membela Timnas Indonesia. Namun, keinginan itu belum terlaksana sampai hari ini.

"Tugas saya mengontak banyak pemain. Dia [Sandy Walsh] termasuk banyak pemain yang saya kontak. Di mata saya, dia pemain yang bagus. Tapi banyak pemain bagus yang punya kesempatan untuk di naturalisasi," kata McMenemy ketika ditemui CNNIndonesia.com di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (24/1).


Pelatih asal Skotlandia itu juga membenarkan kabar kalau Sandy Walsh yang kini masih berseragam Zulte Waregem, klub di Liga Belgia itu bakal datang ke Jakarta dalam waktu dekat. Namun, ia tidak mengatakan kedatangan pemain yang mewarisi darah Indonesia dari sang ibu itu hanya untuk berlibur bukan mengurus proses naturalisasinya.

"Saya tahu dia akan datang ke Jakarta, dia datang untuk liburan. Dia bilang ke saya seperti itu. Saya pikir dia akan sangat senang untuk datang ke Indonesia dan sangat senang untuk bergabung dengan Timnas Indonesia," ujarnya.

Sandy Wals berhasrat bela Timnas Indonesia.Sandy Wals berhasrat bela Timnas Indonesia. (REUTERS/Toussaint Kluiters)
Meski punya kesempatan, McMenemy yang pernah membawa Bhayangkara FC juara di Liga 1 2017 itu tidak menyebut Sandy Walsh bakal bergabung dengan Timnas Indonesia.

"Tapi bukan berarti seharusnya dia akan bergabung [Timnas Indonesia], tapi ada peluang di masa yang akan datang dan itu memungkinkan. Sama dengan kesempatan pemain lain untuk dinaturalisasi juga," terang McMenemy.

Ditanya soal pemain lain yang berpeluang untuk dinaturalisasi untuk menjadi bagian dari skuat Timnas Indonesia versinya, McMenemy justru malah berguyon.

"Messi, tapi ibunya tidak berasal dari Indonesia. Itu rencana dan sulit, jadi saya harus punya rencana baru," ungkapnya. (sry)