Satgas Anti Mafia Bola Yakin PSSI Tak Kena Sanksi FIFA

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 15:10 WIB
Satgas Anti Mafia Bola Yakin PSSI Tak Kena Sanksi FIFA Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo yakin Satgas Anti Mafia Bola tidak akan mengundang sanksi FIFA. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) dalam rangka bersih-bersih sepak bola Indonesia terkait pengaturan skor disebut aman dari sanksi FIFA.

Hal itu disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Senin (4/2).

"Penegakan hukum terhadap peristiwa hukum bukan intervensi, harus dibedakan. Sesuai statuta PSSI juga sudah jelas," kata Dedi.


Dedi juga yakin kegiatan yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola tidak melanggar pasal 14 dalam statuta FIFA yang mengatur kewajiban organisasi anggota FIFA, dalam hal ini PSSI, mengenai pengelolaan urusan organisasi secara mandiri dan tidak dipengaruhi pihak ketiga manapun.

"Ya kan kalau penegakan hukum tidak termasuk itu [Pasal 14 FIFA]," ucap Dedi sekaligus menampik kemungkinan turun sanksi dari FIFA.

Dedi pun mengaku lupa apakah Satgas Anti Mafia Bola sempat komunikasi dengan FIFA terkait pemberantasan pengaturan skor di Indonesia. "Nanti tunggu saya pulang [studi banding] dari Jepang ya," ucap dia.

Sebelumnya media officer Arema FC Sudarmaji menyampaikan kekhawatiran terhadap Satgas Anti Mafia Bola yang baru-baru ini menggeledah kantor PSSI. Ia menyebut tindakan kepolisian itu merupakan intervensi terhadap PSSI dan terancam bisa mendatangkan sanksi dari FIFA.

Satgas Anti Mafia Bola Diklaim Tak Pancing Sanksi FIFASatgas Anti Mafia Bola ketika mendatangai kantor PSSI. (Dok. Divisi Humas Polri)
Sementara itu Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto enggan memberikan komentar mengenai hal tersebut. "Silahkan tanya Pak Menteri [Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi]," ujar dia.

CNNIndonesia.com kemudian mencoba menghubungi Imam. Namun hingga berita ini dibuat, Menpora RI tersebut belum memberikan jawaban.

Selain menggeledah kantor PSSI, Satgas Anti Mafia Bola juga berniat untuk memeriksa kantor di Rasuna Office Park (ROP), Kuningan, Jakarta yang pernah dipakai Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan PT Liga Indonesia.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Syahar Diantono mengakui bahwa telah terjadi penyegelan terhadap salah satu ruangan di ROP yang diduga sebagai Kantor Komdis. Penyegelan dilakukan pada Kamis (31/1) pukul 22.00 WIB.

Penyegelan itu disebut Syahar merupakan bagian dari pengamanan awal. Sebab berdasarkan saksi-saksi dan para tersangka yang sudah ditahan, disebut terdapat dokumen-dokumen terkait tindak pidana yang disimpan di lokasi tersebut. (nva/bac)