Polisi Belum Tentukan Waktu Penggeledahan Kantor Komdis PSSI

CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 15:22 WIB
Polisi Belum Tentukan Waktu Penggeledahan Kantor Komdis PSSI PT Liga Indonesia saat masih berkantor di Rasuna Office Kuningan. (Dika Dania Kardi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Syahar Diantono mengatakan belum tahu rencana penyidik dari Satgas Anti Mafia Bola untuk menggeledah kantor di Rasuna Office Park (ROP), Kuningan, Jakarta yang pernah dipakai Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Syahar mengakui bahwa telah terjadi penyegelan terhadap salah satu ruangan di ROP yang diduga sebagai Kantor Komdis. Penyegelan dilakukan pada Kamis (31/1) pukul 22.00 WIB.

"Iya, tadi malam dilakukan penyegelan. Itu pengembangan dari penggeledahan sebelumnya dan pengembangan laporan Lasmi [Indaryani]," kata Syahar kepada media, Jumat (1/2).


Penyegelan itu disebut Stahar merupakan bagian dari pengamanan awal. Sebab berdasarkan saksi-saksi dan para tersangka yang sudah ditahan, disebut terdapat dokumen-dokumen terkait tindak pidaha yang disimpan di ROP.

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin. (Ketua Komdis PSSI Asep Edwin. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Setelah mendapatkan informasi tersebut, penyidik Satgas langsung meminta keputusan pengadilan. Sementara putusan pengadilan disebut Syahar baru turun Kamis (31/1) magrib dan kemudian dilakukan penyegelan oleh penyidik.

"Tindak lanjutnya akan dilakukan penggeledahan. Mungkin hari ini atau kita lihat rencana penyidik," terang Syahar.

Terkait dokumen yang dicari penyidik Satgas, Syahar masih belum memberikan keterangan lebih jauh. Namun, berdasarkan keterangan saksi, ada petugas PSSI yang membawa dokumen ke ROP.

"Nanti setelah dilakukan pengggeledahan kita ketahui dokumen apa yg terkait dgn itu," imbuhnya.

Terpisah, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan ketidaktahuannya terkait penyegelan ruangan di ROP. Ia mengatakan ROP bukan kantor resmi PSSI, termasuk bukan ruang Komdis.

Tisha mengakui PSSI sempat memiliki beberapa ruang kantor sebelum pindah seutuhnya ke Gedung Perkantoran di lantai 12 dan 14 FX Sudirman, Senayan. Mulai dari sebuah rumah di daerah Kemang, Jakarta Selatan dan Gran Rubina lantaran dirasa tidak cukup untuk melakukan beberapa aktivitas termasuk rapat Exco.

"Ruangan Komdis di sini [FX Sudirman, lantai 12 dan 14], kemarin 31 Januari sudah digelar sidang dan beberapa pemanggilan."

"Saat kami kantor di Kemang kan memang tidak cukup sehingga harus menyewa di tempat lain. Namun dokumen dan arsip di dalam investigasi [sebelumnya] sudah kita serahkan semua, karena dokumen ada di sini semua," jelas Tisha.

Tisha menegaskan, ROP bukan merupakan area PSSI. Ia memastikan dokumen-dokumen yang dicari pihak Satgas seluruhnya ada di Kantor PSSI di FX Sudirman.

"Kami serahkan yang ada di sini, karena seluruh dokumen mengikuti PSSI penyimpanannya. Tidak di tempat atau kantor lain," terangnya. (TTF/jun)