Ibu Minta Rossi Berdamai dengan Marquez di MotoGP 2019

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 23:04 WIB
Ibu Minta Rossi Berdamai dengan Marquez di MotoGP 2019 Valentino Rossi dan Marc Marquez masih berseteru hingga memasuki MotoGP 2019. (AFP PHOTO / JAIME REINA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibu pebalap veteran MotoGP Valentino Rossi, Stefania, meminta putranya mengakhiri perseteruan dan berdamai dengan pebalap Repsol Honda Marc Marquez di MotoGP 2019.

Perseteruan Rossi dan Marquez dipastikan akan kembali menjadi bumbu menarik di MotoGP 2019. Meski kedua pebalap sudah sempat tertangkap kamera saling berbicara musim lalu, namun perseteruan Rossi dan Marquez dipastikan akan berlanjut.

Terakhir Marquez mengatakan tidak akan memulai perdamaian dengan Rossi setelah musim lalu The Doctor menolak tawaran jabat tangan juara bertahan MotoGP itu jelang balapan di GP San Marino.


"Saya sudah pernah melakukannya [menawarkan diri jabat tangan Rossi], bukan? Tidak akan lagi saya mengulanginya kembali. Saya sudah melakukan itu sekali dan itu cukup," ujar Marquez.

Marc Marquez menolak menjabat tangan duluan kepada Valentino Rossi.Marc Marquez menolak menjabat tangan duluan kepada Valentino Rossi. (AFP PHOTO / JAIME REINA)
Stefania berharap perseteruan Rossi dengan Marquez tidak berlanjut ke luar lapangan. Stefania pun meminta juara dunia Grand Prix sembilan kali itu untuk mengakhiri perseteruan dengan Marquez.

"Rivalitas dengan Marquez adalah bagian dari cerita karier [Rossi]. Mereka berdua harus berdamai. Mereka berdua adalah pebalap hebat MotoGP, mereka adalah panutan," ujar Stefania dikutip dari Daily Express.

Stefania tidak ingin memaksa Valentino Rossi pensiun lebih dini.Stefania tidak ingin memaksa Valentino Rossi pensiun lebih dini. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)
Rossi akan menjalani MotoGP 2019 di usia 40 dan pebalap asal Italia itu masih akan tampil di MotoGP hingga 41 tahun karena memiliki kontrak dengan Yamaha hingga 2021. Stefania mengaku tidak bisa memaksa putranya pensiun lebih cepat.


"Kedewasaan yang akan menentukan. Jika Rossi ingin membalap meski dalam kondisi sulit, itu artinya dia masih senang. Dia akan memutuskan kapan berhenti, saya tidak tahu kapan. Saya tidak bisa mengatakan apapun kecuali berhati-hati," ucap Stefania. (har)