Gede Widiade Enggan Terlibat Lagi di Persija Setelah Mundur

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 09:56 WIB
Gede Widiade Enggan Terlibat Lagi di Persija Setelah Mundur Gede Widiade (tengah) enggan terlibat lagi dengan Persija setelah mundur dari posisi direktur. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gede Widiade enggan terlibat lagi di klub Liga 1Persija Jakarta setelah memilih mundur sepenuhnya dari jabatan direktur.

Ia bahkan menolak tawaran dari perusahaan yang memintanya menjadi Direktur Sepak Bola Tim Macan Kemayoran.

Sebelumnya di Persija Gede mengaku dikontrak secara profesional oleh pemegang saham untuk menjadi Direktur Utama atau CEO pada Januari 2017. Kemudian ia menggandeng M.Rafil Perdana sebagai COO atau Direktur Operasional untuk mengelola Persija.


"Waktu itu saya ingat betul, ada orang yang minta pertolongan datang ke rumah, ke kantor [buat urus Persija]. Saya diminta oleh konsorsium, untuk menjadi profesional yang kelola Persija. Dalam perjalanan mengelola Persija, saya minta bantuan Rafil menjadi COO," ungkap Gede di Kantor Persija, Duren Tiga, Rabu (6/2) malam.

Gede Widiade mundur dari posisi Direktur Persija. (Gede Widiade mundur dari posisi Direktur Persija. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Gede dan Rafil dikontrak secara profesional selama tiga tahun atau tercapai sebuah target prestasi bersama. Nyatanya, Persija juara lebih cepat dari yang ditargetkan, yakni di tahun kedua kontrak Gede dan Rafil di Persija.

Padahal, target Persija di tangan Gede adalah meraih posisi 5-7 di klasemen Liga 1, meraih urutan 3-5 di tahun kedua dan mencapai tiga besar di tahun ketiga.

"Tahun pertama, kami ranking empat. Tahun kedua, malah treble winners," ujarnya.

Pemegang saham, disebut Gede, telah melakukan pergantian direksi untuk menyusun rencana jangka panjang yang lebih besar ke depannya. Gede juga mengaku ditawarkan jabatan untuk mengisi Direktur Sepak Bola Persija, namun tak diambilnya.

"Saya lepas semua [jabatan di Persija]. Ini saya sama Rafil mengundurkan diri struktural organisasi. Sebelum saya mundur, memang perusahaan perekomonian agak brodol. Tapi sekarang naik kembali," terang Gede.

Selanjutnya, Gede belum menyebut keinginannya untuk kembali mengelola klub sepak bola di Indonesia. Meski ia mengaku sepak bola adalah bagian dari jiwanya.

Saat ini ia menyebut ingin fokus melanjutkan bisnis properti yang sudah lama dijalaninya walaupun tak menutup kemungkinan ia bakal kembali ke mengurus sepak bola. Ia berharap sepeninggal dirinya, Persija dan Jakmania semakin solid.

"Jakmania hanya punya satu tujuan, mendukung apapun yang dilakukan Persija. Pengunduran Rafil dan Gede tidak ada artinya. Tanpa Jakmania, Persija tidak ada apa-apanya," tutup Gede. (bac/nva)