Ia bahkan menolak tawaran dari perusahaan yang memintanya menjadi Direktur Sepak Bola Tim Macan Kemayoran.
Sebelumnya di Persija Gede mengaku dikontrak secara profesional oleh pemegang saham untuk menjadi Direktur Utama atau CEO pada Januari 2017. Kemudian ia menggandeng M.Rafil Perdana sebagai COO atau Direktur Operasional untuk mengelola Persija.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gede Widiade mundur dari posisi Direktur Persija. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Tahun pertama, kami ranking empat. Tahun kedua, malah treble winners," ujarnya.
Pemegang saham, disebut Gede, telah melakukan pergantian direksi untuk menyusun rencana jangka panjang yang lebih besar ke depannya. Gede juga mengaku ditawarkan jabatan untuk mengisi Direktur Sepak Bola Persija, namun tak diambilnya.
"Saya lepas semua [jabatan di Persija]. Ini saya sama Rafil mengundurkan diri struktural organisasi. Sebelum saya mundur, memang perusahaan perekomonian agak brodol. Tapi sekarang naik kembali," terang Gede.
Selanjutnya, Gede belum menyebut keinginannya untuk kembali mengelola klub sepak bola di Indonesia. Meski ia mengaku sepak bola adalah bagian dari jiwanya.
"Jakmania hanya punya satu tujuan, mendukung apapun yang dilakukan Persija. Pengunduran Rafil dan Gede tidak ada artinya. Tanpa Jakmania, Persija tidak ada apa-apanya," tutup Gede. (bac/nva)
Gede Widiade mundur dari posisi Direktur Persija. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah)