Tigor mengatakan sampai saat ini LIB belum mendapatkan surat pengunduran resmi dari Perseru. Manajemen Perseru sebelumnya dikabarkan memilih untuk mundur dari Liga 1 2019 dengan alasan masalah finansial akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus yang sama juga terjadi di Liga 2 saat ini di mana PS Mojokerto Putra yang dipastikan tidak bisa tampil di Liga 2 lantaran dihukum terkait kasus pengaturan pertandingan. Menyoal hal itu, LIB juga masih menunggu keputusan dari PSSI.
Perseru mengalami masalah finansial untuk tampil di ajang Liga 1 2019. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra) |
Kabar yang beredar Perseru telah dijual kepada salah satu pengusaha sekaligus pemilik klub sepak bola di Lampung. Tigor mengatakan jika rumor itu benar terjadi artinya cerita yang sama dengan merger yang dilakukan klub Liga 1, PS TIRA bersama Persikabo Bogor yang merupakan klub di Liga 3.
"Aturan jelasnya kami tidak tahu karena kembali lagi wewenang itu ada di PSSI terkait merger atau penggabungan [dua klub]. Diperbolehkan atau tidak, itu wewenang di PSSI. Mereka [PSSI] harusnya punya regulasi soal keanggotaan," ucap Tigor.
PT Liga Indonesia Baru menyerahkan masalah Perseru ke PSSI. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Harus ada aturan jelas. Ini juga akan menyangkut pada kepemilikan. Siapa yang memiliki? Apa ada kaitan dengan cross ownership di satu kompetisi yang sama oleh orang yang sama? Selain ada aspek keolahragaannya, sebagai anggota PSSI ada aspek hukum juga yang harus kita perhatikan. Sebenarnya tidak mudah untuk merger seperti ini. Aturannya belum jelas," ucap Tigor.
"Tunggu RUPS tanggal 18 Februari dahulu, setelah itu silakan ditanyakan kembali hal-hal terkait itu," ucap Tisha. (har/ttf/nva)
Perseru mengalami masalah finansial untuk tampil di ajang Liga 1 2019. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
PT Liga Indonesia Baru menyerahkan masalah Perseru ke PSSI. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)