Kemenpora: PSSI Jangan Coba-coba Laporkan Satgas ke FIFA

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 20:08 WIB
Kemenpora: PSSI Jangan Coba-coba Laporkan Satgas ke FIFA Sesmenpora minta PSSI tak laporkan Satgas ke FIFA. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) meminta PSSI agar tidak melaporkan Satgas Anti Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) kepada FIFA terkait pemberantasan pengaturan skor di Indonesia.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan hal tersebut setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam dugaan pidana penyuapan terkait pertandingan PSS Sleman vs Madura FC Liga 2 Indonesia Tahun 2018, di Dittipidkor Bareskrim Polri Lantai 2 Gedung Ombusdman Republik Indonesia, Kamis (7/1) siang.

Gatot S Dewa Broto dicecar sebanyak 23 pertanyaan oleh Satgas Anti Mafia Bola dalam menjalani pemeriksaan kurang lebih 4 jam tersebut.


"Saya tegaskan sekali lagi. Ini [pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola] bukan bagian bentuk intervensi negara atau dari pemerintah," kata Gatot dikutip dari situs Kemenpora.

"Saya meminta kepada PSSI agar jangan coba-coba melaporkan kepada FIFA ini adalah pelanggaran intervensi. Karena apa yang dilakukan Satgas hari ini adalah bagian dari perbaikan untuk sepak bola Indonesia," katanya menambahkan.

Sementara, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com soal kemungkinan melaporkan Satgas Anti Mafia Bola kepada FIFA, PSSI menyebut akan tetap menghormati proses hukum yang ada.

"Lha Pak Gatot [S. Dewa Broto] tahu dari mana? Senangnya kok berasumsi saja," ujar Direktur Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo.

Pemeriksaan sejumlah pengurus PSSI terkait pengaturan skor diklaim sebagai bagian perbaikan sepak bola Indonesia.Pemeriksaan sejumlah pengurus PSSI terkait pengaturan skor diklaim sebagai bagian perbaikan sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Sampai sekarang kami tetap menghormati proses hukum yang dilaksanakan tim Satgas Polri. Toh kami juga sudah membentuk tim Ad Hoc. Kami harapkan ada sinergi untuk menuntaskan masalah ini," Gatot Widakdo menambahkan.

Perhatian Kemenpora

Gatot S. Dewa Broto menyampaikan pertanyaan yang diberikan Satgas Anti Mafia Bola dalam pemeriksaan tersebut rata-rata terkait peran dan perhatian Kemenpora terhadap kasus penyuapan dan pengaturan skor terhadap sepak bola Indonesia.

"Kehadiran saya hari ini memang memenuhi panggilan Bareskrim terkait kasus penyuapan pertandingan antara PSS Sleman vs Madura FC. Di situ saya juga ditanya apakah kenal dengan Hidayat, dan saya jawab tidak kenal. Termasuk apakah kenal dengan Manajer Madura FC Yanuar," ucap Gatot.

Mantan Deputi IV Kemenpora itu menjelaskan pemeriksaan kali ini merupakan pengembangan dari proses-proses sebelumnya. Khususnya soal hubungan kerja antara PSSI dengan Kemenpora, BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia] dan KONI [Komite Olahraga Nasional Indonesia] sesuai Undang-Undang SKN No. 3 Tahun 2005.

Sebelumnya Gatot juga pernah mendatangi Kantor Dit Tipidkor Bareskrim Polri pada 26 Desember lalu. Ketika itu Gatot mengaku menjawab 25 pertanyaan terkait tugas pokok dan fungsi Sesmenpora yang berkaitan dengan kompetisi sepak bola Indonesia serta komitmen Kemenpora mengenai pengaturan skor. (map/jun)