Menpora Minta PSSI Bantu Simic Soal Kasus Pelecehan Seksual

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 21:29 WIB
Menpora Minta PSSI Bantu Simic Soal Kasus Pelecehan Seksual Marko Simic terlibat kasus pelecehan seksual di Australia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta PSSI untuk mendampingi pemain depan Persija Jakarta Marko Simic yang terjerat kasus dugaan pelecehan seksual di Australia jelang laga kontra Newcastle Jets.

Simic tetap diizinkan bermain saat Persija melawan Newcastle Jets pada laga kedua kualifikasi Liga Champions Asia di Stadion McDonald Jones, Selasa (12/2). Sayang skuat Macan Kemayoran kalah 1-3 dari The Jets.

Striker asal Kroasia tersebut sempat dibawa ke kantor polisi pada Minggu (10/2), setelah Polisi Federal Australia (AFP) di Bandara Sydney menangkapnya atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan dalam pesawat dari Bali menuju Sydney, Australia.


Beruntung Simic dilepaskan dengan jaminan dan telah menjalani persidangan di Pengadilan Lokal Downing Centre, Sydney, Selasa (12/2), beberapa jam sebelum dirinya menjalani pertandingan.

"Saya belum dapat laporan dari federasi. Hukum itu berlaku bagi siapa pun di negeri mana pun. Di mana kita berada, kita harus menghormati hukum di tempat itu, siapa pun itu," kata Imam Nahrawi seperti dikutip dari Antara.

Menpora mengatakan warga negara asing yang berada di wilayah Indonesia juga harus tunduk pada aturan hukum di Tanah Air sebagaimana warga Indonesia jika berada di luar negeri.

Persija Jakarta tampil di bawah performa saat menghadapi Newcastle Jets.Persija Jakarta tampil di bawah performa saat menghadapi Newcastle Jets. (Dok. Persija)
"Saya minta kepada PSSI untuk melakukan pendampingan, mengirimkan tim pengacara di sana serta melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia ataupun Konsulat Jenderal Indonesia di sana. Mereka adalah potensi yang kita miliki," kata Menpora.

Sebelumnya, Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko mengatakan, tindakan pelecehan seksual yang diduga penyerang asal Kroasia itu masih sekadar tuduhan.

"Benar memang ada 'tuduhan' terjadi tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Simic. Namun, kami dan seluruh penumpang di dalam pesawat tidak ada yang menyaksikan kejadian tersebut. Jadi masih sekadar tuduhan," ujar Ardhi.

Meski demikian, Ardhi menegaskan bahwa Persija menghormati seluruh proses hukum yang dijalankan oleh pemerintah Australia terhadap Simic.

Saat ini, dia melanjutkan, pihaknya masih menunggu perkembangan kasus Simic dari aparat hukum Australia.

"Penyelidikan tengah dilakukan pihak berwajib dan kami sangat menghormati itu," tutur dia. (Antara/jun)