Jelang Liverpool vs Bayern, Klopp Bela Lawan dari Kritik

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 21:32 WIB
Jelang Liverpool vs Bayern, Klopp Bela Lawan dari Kritik Juergen Klopp enggan menganggap remeh Bayern Munchen. (Reuters/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Liverpool Juergen Klopp membela Bayern Munchen dari kritik yang menyerang juara Bundesliga di bawah arahan pelatih baru Niko Kovac.

Klopp yang mengaku begitu mengenal Bayern, berdasarkan pengalaman melatih Mainz dan Borussia Dortmund, menilai klub raksasa asal Jerman itu mengalami masa perubahan di tangan Kovac.

"Saya tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa Bayern Munchen adalah tim yang saya kenal lebih baik daripada lawan lain yang saya hadapi di kompetisi internasional. Mereka adalah lawan yang saya hadapi di kompetisi domestik dan Liga Champions ketika saya masih bekerja di Jerman," ucap Klopp.


"Selain Liga Primer tentu saya masih memperhatikan apa yang terjadi di negara saya. Berdasar pengetahuan itu, selain analisis yang biasa kami lakukan, saya tahu betapa besar kekuatan mereka, sebagai tim dan klub. Bayern tahu apa yang harus mereka lakukan," sambungnya.

Jelang Liverpool vs Bayern, Klopp Bela Lawan dari KritikBayern Munchen menjadi juara Grup E Liga Champions 2018/2019. (REUTERS/Costas Baltas)
Klopp menilai banyak orang yang menghakimi Bayern terlalu dini, sementara Robert Lewandowski dan rekan-rekan mulai menunjukkan perbaikan jelang menghadapi Liverpool. Untuk menghadapi Munchen, Klopp menjelaskan, Liverpool menjalani persiapan sebagaimana biasa dengan mempertimbangkan kekuatan dan cara bermain lawan.

"Mereka mengalami masa transisi, tetapi jelas mereka sedang berada pada suasana hati yang bagus dan kami harus siap menghadapi mereka dengan kepercayan diri tinggi dan keinginan menyerang," jelas Klopp.

"Saat Liga Champions berlangsung setiap musim, Bayern Munchen adalah tim yang diprediksi bisa menjadi juara. Musim ini tidak berbeda. Kami akan menghadapi tim yang memiliki ambisi untuk melaju. Namun kami juga merupakan tim yang memiliki ambisi," tambah sosok yang sudah menangani Liverpool sejak 2015. (nva/ptr)