Uang Rp160 Juta dari Apartemen Jokdri Terindikasi Suap

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 18:32 WIB
Uang Rp160 Juta dari Apartemen Jokdri Terindikasi Suap Joko Driyono menjadi tersangka pencurian barang bukti. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Anti Mafia Bola diketahui menyita uang sebesar Rp300 juta dari apartemen milik Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono pada saat penggeledahan beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan setelah melalui proses audit ada uang sebesar Rp160 juta yang terindikasi terkait dengan suap.

"Setelah dilakukan audit terhadap uang, yang kemarin informasinya Rp300 juta, telah diaudit lagi yang terkait masalah peristiwa pidana hanya Rp160 juta," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (19/2).


Sedangkan untuk uang sisanya yang sebesar Rp140 juta, dikatakan Dedi, telah dikembalikan lagi kepada Joko. "Yang tidak terkait (suap) dikembalikan," ujarnya.

Dedi menuturkan saat ini Satgas juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memeriksa barang bukti lainnya yang berkaitan dengan transaksi keuangan milik Joko.

Joko Driyono akan kembali menjalani pemeriksaan Kamis (21/2).Joko Driyono akan kembali menjalani pemeriksaan Kamis (21/2). (ANTARA FOTO/Wibowo Armando)
"[Barang bukti terkait keuangan lainnya] itu lagi dikembangkan, tentunya akan kerja sama dengan PPATK, yang di dalam catatan lain akan diaudit semuanya," tutur Dedi.

Saat ini polisi telah menetapkan Joko sebagai tersangka dalam kasus perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin [Komdis] PSSI beberapa waktu lalu. Ia diduga menyuruh tiga orang untuk mengambil barang bukti.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik pada Senin (18/2) hingga Selasa (19/2) pagi, polisi menyebut Joko mengakui telah memberi perintah terhadap orang suruhannya untuk mengambil barang bukti di kantor Rasuna Office Park yang telah diberi garis polisi.

"Jadi yang bersangkutan jawab memang, jawab alasannya memang untuk menyuruh orang mengamankan barang tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2). (dis/har)