Exco PSSI Putuskan Gelar KLB

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 00:35 WIB
Exco PSSI Putuskan Gelar KLB Exco PSSI putuskan segera gelar KLB. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Namun, belum diketahui pasti kapan kongres tersebut akan diselenggarakan.

Keputusan ini diambil dalam rapat Komite Eksekutif PSSI yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (19/2) malam.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan dinamika yang berkembang dan mendengarkan aspirasi anggota agar visi dan program PSSI tetap berjalan.


KLB yang akan digelar ini memiliki dua agenda, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua yaitu penetapan tanggal Kongres pemilihan kepengurusan baru.

"Untuk menyiapkan KLB dengan dua agenda itu dan mempertimbangkan padatnya program PSSI, termasuk menjaga komitmen partner komersial kompetisi profesional. Serta untuk menghormati agenda besar politik nasional," kata Joko Driyono dalam laman resmi PSSI.

Edy Rahmayadi mundur dari Ketua PSSI di Konges PSSI.Edy Rahmayadi mundur dari Ketua PSSI di Konges PSSI. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
"Maka, PSSI akan mengutus perwakilan ke Zurich, untuk berkoordinasi secara langsung dengan FIFA untuk mendapatkan arahan dan rekomendasi yang tepat." kata Joko Driyono.

Saat ini organisasi sepak bola Indonesia sedang dalam sorotan terkait aksi pengaturan skor. Sebanyak 15 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk sejumlah anggota Exco PSSI.

Joko Driyono sendiri saat ini tengah menyandang status tersangka dalam kasus perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin [Komdis] PSSI beberapa waktu lalu. Ia diduga menyuruh tiga orang untuk mengambil barang bukti.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik pada Senin (18/2) hingga Selasa (19/2) pagi, Joko disebut mengaku telah memberi perintah untuk mengambil barang bukti di area yang telah diberi garis polisi.

"Jadi yang bersangkutan jawab memang, jawab alasannya memang untuk menyuruh orang mengamankan barang tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2). (jun/jun)